KSAD Pastikan TNI AD akan Bantu Fasilitas Air untuk Korban Bencana Gempa Flores

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan TNI AD akan fokus membantu fasilitas air untuk korban bencana gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal ini disampaikannya saat melepas keberangkatan Kapal Rumah Sakit TNI AD ke Flores di Markas Satuan Angkutan Air (Satangair) Pusbengkangad, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (19/8).
"Saya meyakini di daerah-daerah bencana ini juga pasti mereka kesulitan air. Kami akan segera memulai di titik mana kita akan bor nantinya, dan itu juga akan digunakan oleh mereka secara berkelanjutan setelah bencana ini," kata Maruli.
Baca Juga: TNI AD Kirim Kapal Rumah Sakit Bantu Gempa Flores, Muat 70 Ton Bahan Makanan
Lebih lanjut untuk perbaikan fasilitas lain, Maruli mengatakan saat ini TNI AD sudah mengirimkan kurang lebih 2.253 personel dan beberapa fasilitas pendukung yang sudah dibangun TNI AD sebelum bencana terjadi tidak mengalami kehancuran.

"Sebetulnya program yang dari Bapak Presiden tentang jembatan sudah sampai di sana. Ya, kita bersyukur tidak ada jembatan yang rusak yang kita buat. Kita dapat informasi ada 8 jembatan yang rusak, namun cepat dilakukan perbaikan oleh PU. Jadi kita akan pantau terus sampai di mana ada yang kita bisa lakukan. Tapi kalau pengerahan personel, kami sudah kerahkan dari Bali dan dari Kupang," kata Maruli.
Baca Juga: Bantu Gempa Flores, Kapal Rumah Sakit TNI AD Sediakan Dokter hingga Fasilitas Rawat Inap
Walaupun begitu, Maruli memastikan TNI AD akan berkala memantau situasi dan kondisi di lokasi bencana. Jika diperlukan bantuan, TNI AD akan siap mengirimkan alat-alat berat untuk memperbaiki fasilitas.
"Di sana juga saya yakin semua perlengkapan, alat-alat berat juga sudah dilakukan. Tadi saya cek juga apakah memerlukan kita membawa alat berat di sana, sementara ini mereka sampaikan tidak perlu. Jadi kami terus pantau dan siap jika sewaktu-waktu diperlukan," tutup Maruli.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































