KSAD Minta Prajuritnya Ciptakan Lingkungan Kerja Tanpa Kekerasan

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meminta prajuritnya menciptakan lingkungan kerja tanpa kekerasan.
Hal ini dikatakannya dalam amanatnya untuk upacara bendera tanggal 17 November 2025 yang dibagikan kepada semua satuan TNI AD di Indonesia.
Baca Juga: Wakasal Tegaskan Alutsista Marinir dalam Kondisi Prima untuk Misi Gaza
"Prajurit harus komitmen untuk mencegah kerugian personel, menciptakan lingkungan kerja tanpa kekerasan dan memperkuat peran TNI AD sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat," kata Maruli dalam amanatnya seperti dikutip keterangan Penkodiklatad, Senin (17/11).
Lebih lanjut dalam amanatnya Maruli juga mengapresiasi atas dedikasi Prajurit dan ASN sepanjang 2025, sekaligus penekanan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap berbagai program yang tengah berjalan.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Tinjau Kesiapan Batalion Teritorial Pembangunan 857/Gana Gajahsora Aceh
Memasuki akhir tahun, satuan diminta untuk mempercepat realisasi program prioritas, meningkatkan dukungan operasi, memperkuat kesejahteraan prajurit serta menata pemenuhan personel dan sarpras guna mendukung pengembangan organisasi.
"Penting juga tertib administrasi, transparansi anggaran, penerapan P3DN serta pengelolaan aset yang akuntabel," kata Maruli. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































