KSAD Minta Prajurit TNI AD Dekat dengan Rakyat dan Jangan Disakiti

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meminta prajurit TNI AD untuk dekat dengan rakyat dan jangan disakiti. Hal ini dikatakannya saat melakukan kunjungan kerja ke Markas Batalyon Infanteri (Yonif) 754/ENK Kostrad di Timika, Papua, Selasa (12/11).
"Sebagai seorang prajurit, disiplin adalah kunci utama. Siapa yang lebih disiplin, dialah pemenangnya. Kita memiliki peralatan canggih, tetapi hati rakyat adalah hal yang harus kita raih. Jangan bosan disiplin, dekatlah dengan rakyat, dan jangan sakiti mereka yang lemah," kata Maruli dalam keterangannya, Selasa, (12/11).
Baca Juga: Rencana Pembangunan Scorpene, KSAL: Unit Pertama di Prancis, Kedua di Indonesia
Lebih lanjut Maruli juga menyampaikan pesan khusus kepada prajurit Yonif 754/ENK, mengingatkan komitmen mereka kepada bangsa dan negara.
"Kita telah berjanji untuk mengabdi. Negara dan bangsa menanti pengabdianmu," kata Maruli.
Baca Juga: Laksdya TNI (Purn) Agus Setiadji, Mantan Sekjen Kemhan Terbitkan Memoar
Kunjungan ini bukan hanya sebagai bentuk perhatian pimpinan terhadap prajurit di lapangan, tetapi juga sebagai dorongan moril bagi mereka yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di Papua. Kedatangan Maruli disambut penuh semangat oleh seluruh prajurit. Prosesi dimulai dengan laporan Komandan Batalyon Mayor Inf Arief Handoko Usman, dilanjutkan dengan penghormatan jajar serta lorong kehormatan dari para prajurit.
Suasana penuh keakraban terasa saat Jenderal TNI Maruli berfoto bersama dan ramah tamah dengan para prajurit di Koops Habema dalam kesatrian Yonif 754/ENK. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































