KSAD Maruli: Suku Dayak Bertato Bisa Masuk TNI

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Darat memperbolehkan para pemuda suku Dayak untuk mendaftar menjadi prajurit walaupun bertato. Hal ini dipastikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak merespons hasil rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, terkait rekrutmen prajurit dari suku Dayak.
"Ya, memang dari dulu juga sudah boleh, memang tidak ada masalah itu," kata Maruli di Jakarta, Senin (31/8).
Baca Juga: TNI AD: Jembatan Pongpet Pangandaran tidak Ambruk, Hanya Miring Usai Dilintasi 50 Orang
Menurut Maruli, peraturan atau syarat tersebut dibuat sejak awal terkait suku Dayak yang bertato. Namun, hingga saat ini belum ada yang mendaftar.
"Ya, memang dari dulu juga sudah boleh, memang tidak ada masalah itu. Dulu dibuatnya kalau punya tato karena tradisi ya diizinkan, tetapi sejauh ini memang belum ada yang mendaftar yang seperti itu. Nanti kami akan cari lagi," jelas Maruli.
Ia pun memastikan TNI AD akan senang jika prajurit yang terdaftar berasal dari seluruh penjuru Indonesia.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Tinjau Kesiapan Prajurit dalam Complex Warfare Course
"Yang berminat kita belum tahu, nanti kita cari lagi, lah. Kita pastikan. Karena kita juga senang kalau ada semua perwakilan daerah seluruh Indonesia, apalagi kita sekarang menambah personel. Kalau bisa lebih banyak, lebih bagus," kata Maruli.
Sebelumnya, dalam rapat dengan Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan para Kepala Staf Angkatan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/8), Presiden Prabowo meminta syarat terkait perekrutan suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI disesuaikan. Hal ini disesuaikan atas permintaan pemimpin besar suku Dayak seluruh Kalimantan, Panglima Jilah, yang menyampaikan keinginan warga Dayak untuk menjadi anggota TNI-Polri agar persyaratannya disesuaikan kembali, misalnya penggunaan tato bagi suku adat.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































