KSAD Maruli Ingatkan Prajurit Soal Ancaman Krisis Energi dan Kemarau Ekstrem 2026

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengingatkan prajuritnya soal ancaman krisis energi dan kemarau ekstrem 2026. Hal ini ia sampaikan dalam amanatnya di Upacara Bendera 17-an bulan Mei 2026. Amanat ini disebar ke seluruh prajurit TNI AD di Indonesia.
Seperti dilansir dari keterangan Penkodam XXIV/Mandala Trikora, Selasa (19/5), dalam upacara 17-an di lapangan Makodam XXIV/MT, Merauke, Papua Selatan, Irdam XXIV/Mandala Trikora Brigjen TNI Dwi Endrosasongko membacakan amanat Maruli yang menyampaikan bahwa TNI AD terus berupaya menyesuaikan diri terhadap percepatan perubahan lingkungan strategis global, regional maupun nasional yang dinamis. Meski menghadapi berbagai tantangan, seluruh program kerja dan anggaran TNI AD tahun 2026 sejauh ini dinilai berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Hal ini tentu tidak terlepas dari komitmen setiap bagian yang secara disiplin, konsisten, dan terukur melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dilandasi dengan niat bekerja dengan tulus untuk terus meningkatkan capaian kualitas pengabdian dan profesionalisme,” bunyi amanat Maruli.
Lebih lanjut amanat tersebut juga menyoroti konflik bersenjata dan dinamika geopolitik dunia yang berdampak pada meningkatnya tekanan dalam berbagai aspek kehidupan nasional, termasuk ancaman krisis energi dan potensi kemarau panjang disertai kekeringan ekstrem yang diprediksi terjadi pada Juni 2026 mendatang.
Menurut Maruli ancaman tersebut harus diantisipasi secara serius karena berimplikasi terhadap stabilitas nasional. Oleh sebab itu, TNI AD terus melakukan berbagai langkah strategis, termasuk membentuk gugus tugas di satuan jajaran guna mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya nasional serta mendorong efisiensi penggunaan BBM, listrik, gas dan air di lingkungan satuan.
Baca Juga: Lima Prajurit TNI AD Diganjar Penghargaan karena Prestasi Luar Biasa, Ini Daftarnya
Terakhir dalam amanatnya Maruli mengapresiasi berbagai program unggulan TNI AD yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, seperti pembangunan jembatan dan pelaksanaan karya bakti skala besar di berbagai wilayah.
Program-program tersebut dinilai menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam membantu kesulitan rakyat sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat sebagai bagian dari sistem pertahanan negara. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































