KSAD: Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Jaga Persatuan dan Kesatuan

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman meminta mahasiswa menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Hal ini dikatakan Dudung saat memberikan Kuliah Kebangsaan bertema “Penguatan Wawasan Kebangsaan Bagi Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045,” di Kampus Terpadu Balunijuk Merawang Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (18/8).
Dikatakan Kasad, nilai-nilai bangsa Indonesia yang menghormati perbedaan, mendahulukan kepentingan umum, rela berkorban, pantang menyerah, gotong royong, optimisme dan nasionalisme merupakan kekuatan bersama dalam menghadapi ancaman terhadap negara yang semakin kompleks bentuk dan karakteristiknya terutama ancaman internal.

“Nilai-nilai bangsa Indonesia ini harus dipahami sebagai wawasan kebangsaan yang menyatu secara utuh, menjadi jiwa bangsa Indonesia, dan nilai-nilainya mengkristal dalam Pancasila sebagai nilai ke-Indonesia-an,” kata Dudung.
Lanjutnya, ada empat peran yang dapat dilakukan mahasiswa memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa yaitu, pertama sebagai Agen Perubahan dengan mendorong kelompok masyarakat lainnya untuk menjaga nilai-nilai Pancasila. Kedua, garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Ketiga, Penerus Bangsa karena keutuhan bangsa akan tergantung dari para mahasiswa untuk mau menjaga dan mewariskan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, dan keempat sebagai Pengontrol Sosial terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Kalangan civitas akademika terutama mahasiswa dengan keintelektualannya memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa untuk menghadapi ancaman internal tersebut,” jelas Dudung.
Kuliah kebangsaan ini diikuti 907 Mahasiswa serta 455 Dosen dan Tenaga Pendidik UBB. Turut hadir dalam kuliah kebangsaan ini, Gubernur Bangka Belitung, Pangdam II/Swj, Aster Kasad, Para Danrem jajaran Kodam II/Swj, serta Rektor, Para Wakil Rektor, Para Dekan dan Pimpinan Unit Kerja di Lingkungan Universitas Bangka Belitung.
Selain memberikan kuliah kebangsaan, Kasad dan Gubernur Bangka Belitung beserta para rombongan berkesempatan melakukan peninjauan serta panen ikan Nila dan Patin di Kolam Budidaya Bioflok UBB. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































