KSAD Luncurkan Buku Loper Koran Jadi Jenderal

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) RI, Jenderal TNI Dudung Abdurachman meluncurkan buku berjudul "Loper Koran Jadi Jenderal". Buku ini menurutnya menceritakan tentang kisah masa kecilnya dan perjuangan hidupnya dari menjadi seorang loper koran, penjual kue kelepon hingga saat ini menjadi Jenderal Bintang Empat di lingkungan TNI Angkatan Darat (AD).
"Buku ini juga menceritakan tentang seni kepemimpinan dalam karir militer saya saat berdinas dan bagaimana saya memperhatikan anak buah, mementingkan kepentingan umum daripada pribadi dan bagaimana mengambil keputusan dalam kepemimpinan saya," ujar Dudung saat konferensi pers peluncuran buku tersebut di Mabesad, Jumat, (10/6).
Dia menjelaskan latar belakang buku ini dibuat sejak dirinya menjabat sebagai Gubernur Akademi Militer (Akmil) tahun 2018 berlanjut menjadi Panglima Kodam Jaya (Pangdam Jaya) tahun 2020, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) 2021 dan saat ini Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
"Awalnya di Akmil muncul hanya ide membuat sebuah buku tentang kepemimpinan, namun ketika saya bertemu sang penulis yaitu Imelda Bactiar, saya bercerita tentang perjalanan dan perjuangan hidup saya. Beliau tertarik, dari sinilah awal perjalanan menulis buku ini dimulai," jelas Dudung.

Dalam buku ini kita dapat menemukan cerita-cerita bagaimana perlakuan Jenderal Dudung Abdurachman kepada para mantan anak buahnya. Dudung disebut sebagai pemimpin pemberani yang sabar, cinta anak buah, tetapi tegas tanpa harus marah-marah. Sering dalam kisahnya di berbagai medan tugas dengan bentrokan senjata, ia berada di garis depan.
Berikutnya dalam buku ini ada kisah pertempuran di Jailolo, Maluku, yang diikuti sang Jenderal. Bagaimana Ia harus merangsek ke garis depan untuk berunding dengan pemberontak. Anak buahnya bahkan berteriak saking ngeri dengan kemungkinan komandannya diberondong peluru.
Buku "Loper Koran Jadi Jenderal" adalah Karya Imelda Bactiar, Alumnus Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Indonesia (UI) tahun 1995 dan Pascasarjana Kajian Gender UI tahun 2010. Imelda banyak menulis dan menyunting buku bertema seputar memoar dan pemikiran tokoh berkait sejarah Indonesia, kajian perempuan, Peristiwa 1965 dan kedirgantaraan. Karyanya: Kenangan tak Terucap. Saya, Ayah dan Tragedi 1965 (Penerbit Buku Kompas-PBK, 2013), Diaspora Indonesia, Bakti untuk Negeriku (PBK, 2015); Pak Harto, Saya dan Kontainer Medik Udara (PBK, 2017); Dari Capung sampai Hercules (PBK, 2017). (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































