HANKAM

KSAD Lepas Kontingen AARM, Siap Harumkan Indonesia di Malaysia

Tandyo Budi Revita
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita melepas Kontingen TNI Angkatan Darat yang akan berlaga pada ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-34 Tahun 2026. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita melepas Kontingen TNI Angkatan Darat yang akan berlaga pada ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-34 Tahun 2026 di Malaysia. Pelepasan berlangsung di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta, Rabu (28/10).

Dilansir dari keterangan Dispenad, Tandyo mengatakan keberangkatan kontingen ini membawa misi mengharumkan nama Indonesia dan mengibarkan Merah Putih melalui prestasi di tingkat internasional. Ia menekankan bahwa AARM bukan sekadar ajang kompetisi menembak, melainkan kesempatan bagi prajurit untuk menguji kemampuan, meningkatkan profesionalisme, sekaligus mempererat persahabatan dan kerja sama dengan angkatan darat negara-negara ASEAN.

Baca Juga: Satgas BGC TNI 39-G Monusco Tiba Indonesia Usai Misi Perdamaian di Kongo, Bertahan dari Ancaman Ebola

Lebih lanjut KSAD ke-36 ini memberi pesan kepada seluruh anggota kontingen untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga disiplin dan sportivitas, serta memberikan kemampuan terbaik pada setiap materi lomba. Bagi para prajurit, keikutsertaan dalam kompetisi ini juga membawa tanggung jawab untuk menjaga kehormatan TNI AD dan bangsa Indonesia.

Tandyo Budi Revita
(Foto: Dok. Dispenad)

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Tunjukkan kemampuan terbaik. Pesan saya, kibarkan Bendera Merah Putih, seperti yang ada di lengan kalian, di setiap materi lomba,” kata Tandyo.

Tandyo Budi Revita
(Foto: Dok. Dispenad)

Kontingen AARM ke-34/2026 dipimpin Letkol Inf Atim Ashadi, yang sehari-hari menjabat Danyon 12 Grup 1 Kopassus. Kontingen AARM berjumlah 56 personel, terdiri atas 26 atlet putra, lima atlet putri, dan 25 personel official.

Baca Juga: Gunakan Tiga Pesawat, TNI Tebar 10,8 Ton Bahan Modifikasi Cuaca di Kalimantan

Kompetisi dijadwalkan berlangsung pada 8–13 November 2026 dengan 19 match yang meliputi empat match senapan, empat match karaben, empat match pistol putra, empat match pistol putri, serta tiga match senjata otomatis (SO). Beragam materi tersebut akan menguji keterampilan teknis, ketepatan, konsistensi, dan kesiapan para atlet dalam menghadapi persaingan dengan peserta dari negara-negara ASEAN.

AARM merupakan agenda tahunan angkatan darat negara-negara ASEAN yang tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga militer, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi, memperkuat kerja sama, dan menumbuhkan rasa saling percaya antarprajurit di kawasan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.