KSAD Lakukan Pengecekan Prajurit di Perbatasan Entikong

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman didampingi Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Sulaiman Agusto serta Unsur Forkopimda dan pejabat utama TNI AD mengunjungi Pos Kotis Satgas Pamtas RI - Malaysia Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti, di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Rabu (5/1/). Kunjungan ini dalam rangka mengecek secara langsung kondisi prajurit yang melaksanakan pengamanan di perbatasan.
Yonif Mekanis 643/Wns merupakan salah satu satuan di bawah Kodam XII/Tanjungpura yang dalam perjalanan sejarah penugasan operasi, satuan ini telah menunjukkan prestasi yang membanggakan, mulai dari Operasi di Timor-Timur, Pam Rahwan Maluku hingga penugasan pengamanan perbatasan.

Dalam pidatonya, Dudung mengungkapkan rasa bangganya kepada prajurit Yonif Mekanis 643/Wns karena tidak serta merta hanya melakukan pengamanan perbatasan tetapi juga membantu dan mendukung program pemerintah dalam rangka menciptakan ketahanan pangan nasional, seperti bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam penanaman sorgum yang ditanam di lahan seluas 25 Hektar, yang hasilnya diberikan kepada masyarakat untuk membantu meringankan di masa pandemi Covid-19 yang berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat setempat.
“Inilah implementasi dari 7 perintah harian saya, salah satunya TNI harus hadir di tengah-tengah masyarakat, di saat masyarakat sedang kesulitan, karena kalian adalah garda terdepan dan benteng terakhir apabila terjadi kesulitan-kesulitan di republik ini,” ujarnya.
Dudung juga menekankan agar seluruh prajurit Yonif Mekanis 643/Wns di bawah kepemimpinan Letkol Inf Hendro Wicaksono harus lebih "PEKA" yaitu Peduli dan Berkarakter. Artinya peka dalam menganalisis perkembangan situasi yang terjadi termasuk kondisi masyarakat di daerah, serta harus mempunyai karakter untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

“Teruslah kembangkan inovasi sesuai keahlian yang dimiliki, dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, sehingga keberadaan kalian di sini (perbatasan) berdampak positif bagi warga masyarakat,” imbuhnya.
Tidak lupa, Dudung menegaskan agar prajurit selalu disiplin dan menjaga kehormatan TNI AD serta jaga soliditas TNI- Polri dan menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan situasi yang bisa terjadi setiap saat, terlebih jangan terkesima dengan pihak-pihak yang memanfaatkan situasi di perbatasan yang mengakibatkan barang-barang terlarang lolos masuk ke Indonesia. (nhn)
Hankam

Tindaklanjuti Instruksi Presiden, TNI Kembali Kerahkan Tim Penyuluh Karhutla ke Sumatra dan Kalimantan
TNI mengerahkan 289 personel Seskoad ke Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan untuk memperkuat edukasi preventif dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































