KSAD Lakukan Kunjungan Kerja Perdana Ke Timur Indonesia

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang didampingi Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Rahma Dudung Abdurachman melakukan kunjungan kerja ke wilayah Indonesia bagian timur (23/11). Kunjungan kerja ini diawali dengan mengunjungi satuan jajaran Kodam XVII/Cenderawasih untuk memberikan pengarahan kepada prajurit TNI AD.
Dimulai dari Prajurit Yonif R 754/ENK Kostrad dan Satgas yang ada di Kabupaten Mimika. Kemudian dilanjutkan secara terpusat di Makodam XVII/ Cenderawasih di Jayapura, serta memberikan pengarahan kepada Satgas Yonif 711/RKS dan Yonif 126/KCS di Rindam XVII/Cenderawasih.
KSAD menekankan agar prajurit TNI AD selalu hadir di tengah masyarakat dan senantiasa menjadi solusi terhadap kesulitan rakyat sehingga menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan rakyat terhadap TNI AD. "Pedomani Tujuh Perintah Harian KSAD, di dalamnya yaitu implementasi tentang Sumpah Prajurit, Sapta Marga dan 8 Wajib TNI," tegas Dudung.
KSAD juga berpesan agar Satgas TNI AD yang bertugas di Papua jangan menganggap Kelompok Separatis Teroris (KST) sebagai musuh, namun menganggap mereka sebagai rakyat yang perlu dirangkul dengan hati yang suci dan tulus, serta diberi pemahaman tentang NKRI. Ajak mereka untuk bersama-sama bergabung membangun Papua, karena mereka adalah saudara setanah air.
KSAD menegaskan bahwa tolak ukur keberhasilan tugas seorang prajurit TNI AD di Papua, mana kala mereka disayangi, dicintai, dibanggakan dan dikagumi oleh rakyat Papua. "Oleh karena itu, dalam bertugas untuk selalu mencintai rakyat Papua, sehingga pada akhirnya rakyat Papua akan mencintai TNI," ucapnya.
Di samping itu, KSAD juga berpesan kepada para perwira agar menjadi orang terdepan dalam mengambil keputusan sehingga keputusan yang diambil akan bijak dan tidak semaunya sendiri.
“Para Perwira harus mencintai anak buah dan jangan biasakan menyalahkan orang lain serta laksanakan tugas secara optimal. Para perwira dalam bertugas agar memiliki imajinasi, inovasi, visi dan misi, harapan serta cita-cita,” ucap Dudung.
Usai kunjungan kerjanya di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih, KSAD beserta rombongan langsung bertolak ke Papua Barat, dan kehadirannya di wilayah Kodam XVIII/Kasuari itu disambut langsung oleh Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa beserta Forkopimda Papua Barat diiringi tari-tarian khas Papua Barat sebagai prosesi penyambutan adat.
Direncanakan, pada Kamis, (25/11/2021) KSAD dan Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana akan mendatangi Markas Kodam XVIII/Kasuari untuk bertemu dengan para Prajurit dan memberikan pengarahan kepada Komandan Satuan dan Persit jajaran Kodam XVIII/Kasuari. Setelah dari Papua Barat, KSAD beserta rombongan akan bertolak ke Kodam XIV/Hasanuddin untuk bertatap muka dengan prajurit TNI AD dan istri di Makassar Sulawesi Selatan. (nhn/yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































