KSAD Kunjungi Rumah Prajurit yang Gugur Saat Latihan Tembak Mortir 81

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengunjungi rumah almarhum Peltu Saparlan, prajurit TNI AD yang gugur saat mengikuti latihan menembak Mortir 81, pada 8 Juni 2022 kemarin. Kunjungan ini dilaksanakan saat sela-sela kunjungan kerjanya di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu, (22/6).
"Kunjungan ini sebagai wujud kepedulian dan rasa cinta seorang pimpinan kepada anak buahnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap diberikan kesabaran, kesehatan dan kesuksesan dalam kehidupan serta selalu dalam bimbingan Tuhan YME," ungkap Dudung.
Dalam kunjungan tersebut, Dudung memberikan sumbangan berupa paket sembako dan santunan kepada istri dan ketiga anak almarhum Peltu Saparlan.

Kejadian nahas yang menimpa almarhum Peltu Saparlan terjadi di Lapangan Tembak Pantai Setrojenar, Buluspesantren, Kebumen. Kala itu, bersama prajurit lainnya Peltu Saparlan melakukan latihan tanam landasan Mortir 81 mm dalam rangka uji materil.
Saat memasukan granat asap ke dalam laras mortir tiba-tiba granat tersebut keluar dan bersamaan dengan itu terjadi ledakan yang membuat laras mortir terbelah dan landasan penahan mortir ikut terpental.
Hingga saat ini, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Tatang Subarna mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki dan melakukan investigasi terkait kejadian tersebut. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































