KSAD Kunjungi Markas Besar Angkatan Darat Korea Selatan, Ini yang Dibahas

Seol, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman bersama beberapa pejabat di TNI AD melaksanakan kunjungan kehormatan kepada Chief of Republic of Korean Army (Kepala Staf Angkatan Darat Korea Selatan) Jenderal Park Jeong Hwan di ROK Army HQ, Gyeryeong, Korea Selatan, Rabu (1/2).
KSAD dan rombongan disambut langsung di Markas Besar Angkatan Darat Korea Selatan oleh Jenderal Park Jeong Hwan didampingi Chief of Police Office ROK dan Secretary of the General Staff ROK.
Kedua belah pihak membahas tentang peningkatan hubungan kerja sama militer antara TNI AD dengan Angkatan Darat Korea Selatan yang telah terjalin erat selama ini, baik melalui latihan bersama maupun pertukaran pendidikan.
Baca: Bentuk Mental, Kostrad Bawa Pencak Silat Masuk Papua
"Semoga kehadiran delegasi TNI Angkatan Darat akan meningkatkan kerja sama militer antara kedua negara," kata Dudung.
Turut hadir mendampingi Kasad, di antaranya Asintel KSAD, Aspers KSAD, Aslog KSAD, Asrena KSAD didampingi Paban VI/Hublu Sintelad dan Athan RI di Seoul. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































