KSAD: Janji Saya ke Presiden Bangun 7.000 Jembatan selama 1,5 Tahun

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkapkan janjinya ke Presiden RI, Prabowo Subianto bahwa akan membangun 6.000-7.000 jembatan selama 1,5 tahun.
Hal ini dikatakannya saat acara Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AD Tahun 2026 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (11/2).
Baca Juga: TNI Benarkan Kontak Tembak di KM 50 Area Freeport, Korban Dievakuasi
"Kalau janji saya pada Presiden Prabowo Subianto bahwa satu tahun setengah target sekitar 6.000 sampai 7.000 jembatan akan dibangun," kata Maruli.
Lanjutnya jumlah ini kalau dikalkulasikan berarti sebulan TNI AD bisa menyelesaikan sekitar 500-600 jembatan. Karena itu, Maruli menginstruksikan para Panglima Kodam (Pangdam) agar memperketat kontrol terhadap Komandan Korem (Danrem) dan Komandan Kodim (Dandim) sebagai ujung tombak eksekusi di lapangan.
Baca Juga: TNI AD Buka Suara Terkait Wacana 4.000 ASN jadi Komcad
"Ya saya akan mencoba kemampuan pimpinan di Kodim-Kodim, Korem-Korem ini bisa mengerjakan seperti itu. Jadi mudah-mudahan kita bisa lakukan dengan baik. Saya kira itu," kata Maruli.
Sebelumnya Maruli mengatakan selain pembangunan fisik, pelatihan kaderisasi juga dilakukan pada periode awal guna memperbanyak jumlah waktu pelaksana pada tahap berikutnya. Para Kepala Zeni Komando Daerah Militer (Kazidam) diinstruksikan membentuk dua personel teknis per waktu pelaksana untuk memastikan kesiapan teknis di lapangan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































