KSAD Groundbreaking Rumah Prajurit, KSAD: Semoga Tahun Depan Capai 3.000 Rumah

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melakukan groundbreaking pembangunan mess bintara dan tamtama Kostrad yang terletak di Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (19/7).
Pembangunan mess bagi prajurit, menurut Maruli, dapat meningkatkan moril dan kinerja. Terlebih saat ini tempat tinggal bagi pasukannya menjadi perhatian serius jajaran pimpinan TNI AD. Untuk itu, pihaknya akan berupaya memenuhi kebutuhan tersebut.
Baca Juga: Panglima TNI Tinjau Persiapan Satgas OPPD
“Mudah-mudahan ke depan bisa step by step kita lakukan terus. Mudah-mudahan juga tahun depan itu bisa sampai 3.000 rumah prajurit kita swakelolakan. Juga renovasi 1.000 koramil dan kaporlap (Perlengkapan Perorangan dan Lapangan) prajurit juga akan kita dukung,” kata Maruli.
Pembangunan perumahan ini ia yakini masih memungkinkan untuk terus dilakukan oleh TNI AD. Pati lulusan Akmil 92 ini tak lupa menegaskan poin penting agar pekerjaan ini dapat berjalan dengan maksimal yaitu, ada pada perencanaan dan eksekusinya yang harus dikelola dengan baik, serta tepat guna.
Baca Juga: Dankormar: Korps Marinir Dikeroyok USMC, Kami Masih Juara
Pembangunan mess bintara dan tamtama ini terletak di lahan seluas 540 m² dengan bangunan seluas 642 m² yang terdiri dari tiga lantai dengan kapasitas total 17 kamar. Masing-masing kamar berukuran 38 m², dilengkapi dengan fasilitas satu kamar tidur, ruang tamu, dapur, balkon, serta kamar mandi. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































