KSAD Gelar Halalbihalal bersama TNI-Polri di Bandung

Bandung, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang didampingi Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Rahma Dudung Abdurachman menggelar halalbihalal bersama prajurit TNI-Polri di Bandung, Jawa Barat, Minggu (14/5).
Acara ini digelar dalam rangka memperkuat sinergi antara institusi TNI-Polri beserta elemen masyarakat lainnya dan turut dihadiri oleh Dankodiklatad, Pangdam III/Siliwangi, Danpussenif, Dansecapaad, Kapolda Jawa Barat bersama pejabat TNI dan Polda wilayah Bandung dan Cimahi.
Dengan digelarnya halalbihalal ini, Dudung mengatakan dapat memperkuat soliditas TNI-Polri mengingat dinamika tugas keamanan dan pertahanan ke depan semakin kompleks dan dibutuhkan kerja sama yang kuat.
Read: Belasan Perwira Tinggi TNI Dimutasi, Delapan Di antaranya Pati TNI AU
Selain melakukan halalbihalal, Dudung juga memberikan tali asih kepada 12 orang Warakawuri, serta 13 personel TNI AD dan keluarganya, yang saat ini dalam kondisi sakit dan sedang menjalani perawatan. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































