KSAD Dampingi Menhan RI Buka Pameran Indo Defence 2022 Expo and Forum

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman bersama KSAL Laksamana TNI Yudo Margono serta KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mendampingi Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto pada acara Opening Ceremony atau pembukaan Pameran Indo Defence 2022 Expo and Forum di Grand Ballroom Hotel Fairmont Senayan, Jakpus, Senin (1/11).
Pameran Indo Defence 2022 Expo and Forum yang bertaraf internasional di bidang teknologi industri pertahanan ini, digelar Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) dari tanggal 2 sampai dengan 5 November 2022 di tiga lokasi, antara lain Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Pondok Dayung dan Lanud Halim Perdanakusuma.

Pameran terbesar se-Asia Tenggara tahun ini diikuti 59 negara dan 905 peserta (Industri pertahanan) baik dalam maupun luar negeri yang mengusung tema "Peace, Prosperity, Strong Defence".
Baca: Jokowi Berikan Sinyal Dukung Prabowo Pada Pilpres 2024
Acara pembukaan ini dihadiri delegasi negara sahabat setingkat Menteri Pertahanan, Panglima dan Kepala Staf Angkatan, Pejabat Eselon I Kemhan RI, Koordinator, CEO peserta pameran serta tamu undangan lainnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































