HANKAM

KSAD: Butuh Diskusi Panjang Soal Pembelian Helikopter Black Hawk karena Mahal

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak buka suara terkait rencana pengadaan Helikopter Black Hawk.

Hal ini dikatakannya saat meresmikan rusun prajurit dan bakti sosial di Puspomad, Jonggol, Kabupaten Bogor, Selasa (28/10).

"Rencana tersebut semuanya masih progress. Jadi semua masih dalam tahap diskusi," kata Maruli.

Ia mengingatkan hingga saat ini belum ada keputusan apapun terkait pembelian Helikopter ini.

Baca Juga: India Tawarkan Modifikasi Sukhoi TNI AU agar Bisa Dipasang Rudal Brahmos

"Jadi jangan nanti kita melenceng sudah ada segala macam ini. Saya yakin itu perlu proses untuk memutuskan sesuatu, terutama alutsista yang cukup mahal, cost-nya dan lain sebagainya," kata Maruli.

Lebih lanjut kata Maruli jika ada pembelian alutsista misalnya pesawat nantinya digunakan untuk persiapan tempur dan juga bisa dipakai untuk personel untuk segala macam perpindahan dan lain sebagainya.

Sebelumnya, isu pembelian Helikopter Black Hawk mencuat setelah akun instagram khusus informasi soal isu pertahanan @isds.indonesia mengunggah informasi bahwa TNI AD akan kedatangan helikopter Sikrosky S-70 M Black Hawk tipe GFA pada 2026.

Baca Juga: Mayjen TNI Eko Susetyo Komandan Pussenkav, Lulusan Terbaik Akmil 1991

Berdasarkan informasi yang diunggah akun tersebut, dijelaskan bahwa helikopter tersebut akan ditempatkan di Pangkalan Udara Utama Angkatan Darat (Lanudmad) Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah.

Black Hawk adalah helikopter tempur buatan Amerika Serikat. Dilansir dari situs Lockheed Martin, perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan asal Amerika Serikat, Black Hawk adalah helikopter untuk misi militer.

Helikopter ini digadang sebagai moda udara dengan utilitas tinggi. Black Hawk digunakan untuk misi penting mulai dari serangan udara hingga operasi darurat. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.