HANKAM

KSAD Buka Kepelatihan Bagi Tim Fasilitator Kodim untuk Percepat Penurunan Stunting

KSAD Buka Kepelatihan Bagi Tim Fasilitator Kodim untuk Percepat Penurunan Stunting
Pelatihan teknis bagi Tim Fasilitator Kodim untuk mempercepat penurunan stunting. (Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) membuka pelatihan teknis bagi Tim Fasilitator Kodim untuk mempercepat penurunan stunting. Latihan ini menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan dibuka di Gedung A.H. Nasution Mabesad, Jakarta, Rabu, (7/12).

KSAD Dudung yang juga Duta Bapak Asuh Anak Stunting mengungkapkan bahwa dalam mempercepat penurunan stunting, TNI AD telah menindaklanjutinya dengan Dansatkowil (Danrem sampai dengan Danramil) menjadi Bapak Asuh Anak Stunting di tiap-tiap wilayah untuk melaksanakan pendataan, penyuluhan dan pencegahan stunting serta membantu pemenuhan gizi buruk di wilayah.

“Dengan dikukuhkan saya sebagai Duta Bapak Asuh Anak Stunting maka satuan jajaran TNI Angkatan Darat bergerak cepat membantu BKKBN dalam penanganan stunting di wilayah, dan saya lihat pelaksanaan di lapangan kolaborasi TNI Angkatan Darat dan BKKBN telah berjalan dengan sangat bagus,” katanya.

KSAD Buka Kepelatihan Bagi Tim Fasilitator Kodim untuk Percepat Penurunan Stunting
(Dok. Dispenad)

Ia pun berharap dengan kegiatan ini, para peserta pelatihan nantinya mampu melakukan penggerakan dan pembinaan penyelenggaraan pencegahan stunting kepada para Babinsa, melalui pendampingan keluarga, dan mampu menyusun rencana tindak lanjut kedepan dalam penyelenggaraan pencegahan stunting di wilayah.

Diakhir sambutannya, KSAD mengajak semua pihak untuk bergotong royong dan bahu membahu menuntaskan masalah stunting dengan harapan pada tahun 2024 mencapai target nasional sebesar 14 persen

“TNI Angkatan Darat mengajak seluruh komponen bangsa untuk bekerja sama dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting, sehingga menciptakan generasi penerus yang sehat, produktif, dan berkualitas,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala BKKBN RI dr Hasto Wardoyo menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi kepada KSAD dan seluruh satuan jajaran TNI AD yang telah ikut membantu penanganan stunting di wilayah. Menurutnya kehadiran TNI AD telah memberikan gaung kepedulian sosial dan pengaruh yang sangat besar bagi jajaran dalam percepatan penurunan stunting di wilayah.

Baca: Tutup Diklapa II, Kapuspalad: Manfaatkan Bekal Ilmu Untuk Kemajuan Satuan

“Energi yang dipancarkan oleh teman-teman TNI Angkatan Darat, mulai dari pusat melalui Kasad sampai Babinsa di desa-desa telah memberikan kekuatan yang luar biasa dalam percepatan penurunan stunting di wilayah,” ujarnya.

Pembukaan pelatihan teknis yang akan dilaksanakan dari 8 sampai 14 Desember 2022 melalui E-learning ini, diikuti oleh Para Pangdam dan jajaran serta OPD BKKBN di 12 Provinsi Prioritas dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta secara tatap muka dan virtual. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.