KSAD Bertemu Jenderal Jepang Bahas Kolaborasi Mitigasi Bencana

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bertemu Chief of Staff Japan Ground Self Defence Force (KSAD Jepang), Jenderal Yasunori Morishita di Mabesad, Jakarta, Rabu (4/9/2024).
Baca Juga: 3 Roket Ditembakkan Saat Latihan Gabungan Super Garuda Shield di Puslatpur Marinir
Dalam pertemuan ini keduanya membahas kolaborasi dalam mitigasi bencana terutama gempa bumi dan tsunami.
Maruli juga menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang telah terjalin lama serta menegaskan bahwa hubungan ini tidak hanya akan mempererat hubungan kedua angkatan, tetapi juga menjadi dasar yang kuat untuk hubungan diplomatik yang lebih luas.
Baca Juga: Prajurit Armed Terima Lencana Ahli Artileri Angkatan Darat AS
"Kami berharap kerja sama ini menjadi landasan untuk hubungan yang lebih kuat berdasarkan rasa saling percaya, saling menghormati, dan persahabatan antara kedua negara. Terutama dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks di kawasan Indo-Pasifik," ujarnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































