HANKAM

KSAD Beberkan Rencana Pembentukan Batalyon untuk Dukung Swasembada Pangan

KSAD
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (tengah) usai menghadiri penutupan Kejurnas Judo Kasad Cup 2024.(Foto: IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membeberkan rencana pembentukan batalyon infanteri (yonif) teritorial di sejumlah wilayah untuk membantu pemerintah mewujudkan program swasembada pangan.

Maruli mengatakan konsep batalyon tersebut bahkan sebetulnya telah dirumuskan Presiden Prabowo Subianto saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Baca Juga: Menpora Dito Tutup Kejurnas Judo Kasad Cup 2024

"Sejak Presiden jadi menteri, sudah dikonsepkan ada batalyon, terus ada kompi produksi. Kalau nanti batalyon dibentuk, ada tempatnya seperti di Wanam dan di Kurik, itu mereka akan fokus," saat menghadiri penutupan Kejurnas Judo Kasad Cup 2024 di GOR Nanggala, Cijantung, Jakarta, Minggu (15/12).

"Itu kan batalyon tempur sebetulnya. Nanti kita gabung yang lain-lain, nanti kan ada di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, nanti kan ada batalyon-batalyon, kita gabung semua,” sambungnya.

Maruli merinci batalyon ini akan berkolaborasi dengan bintara pembina desa (babinsa) untuk menggarap ratusan ribu hektar lahan yang dialokasikan untuk program swasembada pangan.

"Babinsa cuma satu orang, satu desa, enggak mungkin dia ngurus, ngurus 1.000 meter itu setengah mati, harus batalion. Kita mau main ratusan ribu hektare (untuk swasembada pangan) loh ini," tutur Maruli.

Baca Juga: Kadispenad: Museum A.H Nasution Dipugar, Ada Kafe dan Diaroma dengan Story Line

Ia menjelaskan pihaknya saat ini masih mengatur skema pengerahan personel satuan tempur. Maruli menegaskan upaya mewujudkan swasembada pangan tidak akan mengganggu proses latihan para prajurit.

"Karena latihannya juga jarang, kita bisa pakai untuk bekerja di sana. Jadi kita ada program, ada jeda-jeda waktu, kita bisa atur itu," jelas Maruli. (un)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.