HANKAM

KSAD Bawa Misi Khusus dari Presiden Prabowo ke Surabaya, Ini Isinya

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat melaksanakan kunjungan kerja ke TPA Benowo dan Jembatan Garuda, Genting Kalianak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu, (2/9). (Foto: Dok. Kodam V/Brawijaya)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melaksanakan kunjungan kerja ke TPA Benowo dan Jembatan Garuda, Genting Kalianak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (2/9). Kunjungan Maruli ini membawa misi khusus untuk pembangunan jembatan dan pengelolahan sampah berdasarkan intruksi Presiden Prabowo Subianto.

"TNI AD mendapat perintah Presiden RI Prabowo Subianto untuk membantu pembangunan jembatan di sejumlah wilayah yang membutuhkan," kata Maruli dikutip keterangan Penkodam V/Brawijaya.

Di TPA Benowo, Maruli meninjau fasilitas PT Sumber Organik dan PT Prakarsa Energi Sejahtera. Ia menerima paparan pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui teknologi gasifikasi, termasuk operasional Gasification Power Plant, serta pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak menggunakan teknologi pyrolysis.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Bahas Tindak Lanjut Peluang Kerja Sama Peningkatan Kemampuan Pertahanan dengan Belarus

Kemudian di Jembatan Garuda di Genting Kalianak, Kecamatan Asemrowo, Maruli melihat langsung kondisi jembatan dan menerima paparan pembangunan Jembatan Merah Putih di wilayah Kodim 0830/Surabaya. Kegiatan ini turut didukung jajaran Kodam V/Brawijaya, Korem 084/Bhaskara Jaya, Kodim 0830/Surabaya, TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Maruli mengatakan bahwa Jembatan Garuda merupakan infrastruktur untuk membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses. Gagasan tersebut berawal dari pengalaman TNI AD saat menangani bencana di Aceh, ketika keterbatasan jembatan membuat personel harus memutar lima sampai enam kilometer untuk mendistribusikan logistik.

“Pengalaman kita di Aceh, ketika ada bencana, karena jembatan tidak ada, kita harus memutar lima sampai enam kilometer untuk membawa logistik,” ujar Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya jembatan dalam mempercepat mobilitas masyarakat maupun penanganan kondisi darurat," kata Maruli.

Baca Juga: Irjen TNI Kumpulkan Para Perwira Tinggi Mabes TNI, Bahas Perkembangan Terkini

Lebih lanjut, Maruli menyebut bahwa warga masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, yang harus melintasi sungai atau menggunakan jembatan rusak. Ia menambahkan, pembangunan tersebut bukan untuk menggantikan program pemerintah daerah, melainkan membantu masyarakat yang membutuhkan akses.

"Kita membangun jembatan yang sederhana, yang penting akses masyarakat bisa terbuka dan aktivitas mereka menjadi lebih mudah,” ujarnya.

Selain peninjauan, Maruli juga menyerahkan bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat sekitar Jembatan Garuda. Kunjungan tersebut menegaskan perhatian TNI AD terhadap pengelolaan lingkungan, energi terbarukan, pembangunan infrastruktur, dan kepedulian sosial.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.