KSAD Bagi Vitamin HB-Vit 500, Suplemen untuk Babinsa di Distrik Tigi, Papua

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memberikan bantuan suplemen berupa vitamin HB-Vit 500 kepada seluruh anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1703-02/Tigi, Kodim 1703/Deiyai.
Pembagian vitamin ini berlangsung di Aula Makoramil 1703-02/Tigi, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua.
Dalam keterangan tertulisnya, Danramil 1703-02/Tigi Mayor Czi Jarman Dabang melalui Wadanramil Letda Inf Sudarno mengaku senang serta menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas pemberian vitamin dari Kasad tersebut.
”Tentu kami sangat bersyukur mendapat bantuan vitamin karena ini sangat mendukung kelancaran tugas pokok kami. Terutama para Babinsa yang setiap hari berada di tengah – tengah warga untuk melakukan tugas pembinaan teritorial di wilayah Desa binaan,” katanya.
Baca: Hadapi Situasi 2023, Kadispenad Silaturahmi ke Divhumas Polri
Harapannya bantuan vitamin ini dapat menjaga kesehatan bagi para Babinsa sehingga dapat selalu hadir untuk membantu kesulitan warga masyarakat di wilayah.
Selain Babinsa Koramil 1703-02/Tigi, para Babinsa di jajaran Kodim 1703/Deiyai juga telah mendapatkan bantuan vitamin dari Kasad tersebut. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































