KSAD: Ada Rencana Kenaikan Tukin untuk Prajurit TNI AD

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyebut ada rencana kenaikan Tunjangan Kinerja (Tukin) untuk prajurit TNI AD.
Hal ini dikatakan saat gelaran acara Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AD di Gedung Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (11/1).
"Sebetulnya yang lagi proses saya dengar yaitu adanya rencana kenaikan Tukin," kata Maruli.
Baca Juga: KSAL Ingin Garis Pantai RI Hasilkan Rumput Laut untuk Ekspor
Lebih lanjut kata Maruli terkait kesejahteraan prajurit, Presiden RI Prabowo Subianto sudah memberikan petunjuk agar anggaran dipakai secara tepat dan efektif untuk menyejahterakan prajurit. Program itu misalnya perbaikan rumah, renovasi kantor Koramil, hingga memberikan penghargaan bagi prajurit yang berprestasi.
"Presiden sudah memberikan petunjuk kepada saya bagaimana supaya anggaran-anggaran kita tepat sehingga kita alokasikan banyak untuk perbaikan rumah, perbaikan kantor Koramil, bagaimana juga pemberian penghargaan pada anggota. Itu yang beliau garis bawahi," jelas Maruli.
Baca Juga: Target Bangun 150 Batalion, KSAD: Permasalahan Sengketa Tanah Diselesaikan
Untuk apresiasi penghargaan akan diberikan bagi prajurit yang berprestasi, baik di medan operasi maupun dalam kegiatan teritorial dan penanganan bencana.
"Kalau memang berprestasi baik di medan operasi maupun kegiatan-kegiatan teritorial, bencana alam, itu diberikan penghargaan gitu. Jadi banyak, banyak juga yang kita penyampaian beliau untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit," tutupnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































