HANKAM

Kronologi TNI AL Gagalkan Penyelundupan 4,5 Kg Sabu dari Malaysia

Konferensi pers
Konferensi pers Lanal Tanjung Balai Asahan menggagalkan upaya penyelundupan narkoba 4,5 kg jenis sabu di Asahan, Sumatra Utara, Kamis (5/6). (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – TNI AL menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu sebanyak 4,5 kg di dermaga Belacan Tradisional, Desa Bagan Asahan, Sumatra Utara, Kamis (5/6).

Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Lanal Tanjung Balai Asahan, Letkol Laut (P) Agung Dwi H.D mengungkapkan kronologi awal kejadian bermula dari informasi intelijen terkait pekerja migran Indonesia non-prosedural, yaitu IM (23), S (56), dan FS (32).

"Mereka bertiga datang dari Malaysia menuju Tanjung Balai Asahan, diduga membawa narkotika," ungkap Agung, dikutip dari keterangan Dispenal, Sabtu (7/6).

Baca Juga: Zeni TNI AD Tambah Puluhan Perwira Baru, Siap Ditempatkan di Seluruh Indonesia

Saat tim respons cepat (F1QR) Lanal Tanjung Balai Asahan berpatroli di Perairan Bagan, ditemukan sebuah kapal yang ditinggalkan oleh ketiga pekerja migran ilegal tersebut. Kemudian, tim melakukan penyekatan dan pengejaran terhadap ketiga pekerja migran yang mencoba kabur dengan beralih menggunakan sampan kaluk menuju dermaga Belacan tradisional.

Agung membeberkan, ketiga tersangka itu merupakan warga Jawa Timur. Mereka membawa tiga bungkus plastik transparan berisi sabu yang disimpan dalam tiga tas terpisah.

migran
Ketiga pekerja migran ilegal asal Indonesia yang menjadi tersangka kurir 4,5 kg sabu dari Malaysia. (Foto: Dok. TNI AL)

"Hasil pengujian cepat bersama tim Satnarkoba Polres Tanjungbalai dan Denpomal Lanal Tanjung Balai Asahan menunjukkan barang tersebut positif mengandung methamphetamine," bebernya.

Lebih lanjut, Agung menjelaskan ketiga pekerja migran yang menjadi tersangka itu merupakan kurir yang diupah oleh terduga berinisial AD dan AS dari Surabaya untuk mengambil narkoba dari Malaysia ke Surabaya.

Baca Juga: Peringati Hari Raya Idul Adha, TNI AD Sembelih Ribuan Hewan Kurban

"Iming-iming upah sebesar Rp50 juta. Berdasarkan pengakuan ketiga tersangka, upaya penyelundupan ini merupakan upaya pertama kali dan telah berhasil digagalkan," imbuhnya.

Agung mengaku taksiran nilai barang bukti narkoba jenis sabu yang berhasil diamankan tersebut sekitar Rp6,75 miliar.

"Selanjutnya, ketiga tersangka dan barang bukti diserahkan kepada Polres Asahan untuk diperiksa dan dilaksanakan pendalaman lebih lanjut," pungkasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.