HANKAM

Kronologi Gugurnya 4 Prajurit Kostrad yang Ditembak KKB di Distrik Paro

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. (IDM/Albrianso Wayapen)

Jakarta, IDM - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto membenarkan empat prajurit Satgas Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad) gugur setelah kontak tembak dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Sabtu (25/11/2023).

Panglima mengatakan, saat itu anggota Satgas diserang ketika memburu anggota KKB yang membunuh masyarakat di daerah Paro. Baku tembak antara KKB dan prajurit TNI tak bisa dihindari. Empat prajurit TNI gugur dalam insiden tersebut.

Baca Juga: Prabowo Serahkan 153 Motor untuk TNI-Polri di Tuban: Jaga Disiplinmu

"Itu pengejaran kemarin yang OPM membunuh masyarakat yang ada di Paro itu," kata Agus saat menghadiri Rakornas Sentra Gakkumdu Bawaslu di Jakarta Pusat, seperti dikutip dari Kompas, Senin (27/11).

Agus pun menyampaikan duka cita dan memastikan empat prajurit yang gugur telah mendapatkan santunan sesuai hak dan dalam proses pemakaman.

Baca Juga: Aksi Menembak Sniper Taifib Marinir dan US Marsoc di Bogor

"Ya kita semua turut berduka cita ya, kita sudah berikan santunan sesuai dengan hak-hak dia," kata Agus.

Berdasarkan keterangan yang diterima Indonesiadefense.com empat korban adalah Praka YL, Praka DB, Pratu MF, dan Prada D. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.