HANKAM

KRI Wahidin Sudirohusodo Jalani Penilaian Kandidat Kapal TNI AL Teladan 2025

Awak KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991.
KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 yang merupakan armada dari jajaran Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada III sedang menjalani penilaian di Surabaya, Jumat (18/7). (Foto: Dok. Dispen Koarmada III)

Jakarta, IDM – KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 tengah mengikuti penilaian sebagai kandidat kapal perang teladan 2025 yang digelar oleh tim Dinas Operasi dan Latihan TNI AL (Disopslatal) di Surabaya, Jumat (18/7).

Komandan KRI Wahidin Kolonel Laut (P) Edi Herdiana, menjelaskan program penilaian ini menjadi langkah TNI AL dalam meningkatkan standar operasional kapal perang Indonesia sekaligus profesionalisme prajurit.

"Tujuannya jelas, memastikan setiap unsur KRI senantiasa berada dalam kondisi siap tempur serta siap mendukung tugas pokok TNI AL di laut," jelasnya, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada III, Sabtu (19/7).

Baca Juga: Kogabwilhan III Datangkan Tim Medis dari Jakarta untuk Warga di Nduga

Penilaian terhadap KRI Wahidin ini dilakukan secara komprehensif. Edi mengatakan, beberapa aspek utama yang menjadi fokus adalah kesiapan operasional, kesiapan materiil, personel, serta kebersihan dan kerapian kapal.

"Evaluasi lapangan juga menyeluruh. Seluruh peran penting di atas kapal diperagakan, mulai dari persiapan kapal berlayar dan bertempur, pencocokan waktu dan percobaan alarm, briefing anjungan, penutupan pintu kedap air, parade lambung kanan dan kiri, pemanduan, hingga peran melewati medan ranjau," kata Edi.

Kemudian, berbagai simulasi darurat juga diuji, seperti kemudi darurat, cuaca buruk, orang jatuh di laut, hingga operasi helikopter untuk pendaratan maupun evakuasi medis udara.

Baca Juga: Wakasau Pimpin Rapat Persiapan Demo Udara HUT ke-80 TNI

"Penilaian juga mencakup skenario penanganan kebakaran, kebocoran sampai peran peninggalan kapal," lanjutnya.

Ia menekankan kepada para awak KRI Wahidin bahwa penilaian ini sebagai ajang untuk memacu semangat dan profesionalisme seluruh prajurit.

"Kami berharap penilaian ini menjadi kompetisi sehat antarunsur KRI dalam mencapai standar tertinggi. Dengan begitu, setiap kapal perang dapat menjadi teladan dan siap mendukung TNI AL menjalankan tugas pokoknya," pungkas Edi. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.