HANKAM

KRI Tiba di Reo, Heli TNI AL Sisir Korban Gempa Pelosok Flores

Kru helikopter Bell-412 TNI AL
Kru helikopter Bell-412 TNI AL menurunkan kantong bantuan logistik darurat untuk disalurkan ke korban gempa di wilayah pedalaman Flores, NTT, Kamis (20/8). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – TNI AL menyalurkan belasan ton logistik untuk warga terdampak gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui jalur laut dan udara, Jumat (21/8). Kapal perang KRI Bung Hatta-370 merapat di dermaga membawa 13,4 ton muatan pangan, sementara helikopter Bell-412 diterbangkan langsung menjangkau warga di wilayah terisolasi.

KRI Bung Hatta-370 bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, pukul 06.50 WITA setelah berlayar dari Labuan Bajo. Muatan kapal ini mengangkut 300 paket sembako bantuan presiden RI, 1.000 paket bahan pangan TNI AU, makanan siap santap, obat-obatan, serta 140 karung kasur lipat (velbed).

Baca Juga: Kostrad Berikan Pembekalan Pengetahuan Kesehatan Jantung kepada Prajurit

Secara bersamaan, Skuadron 400 Wing Udara 2 Puspenerbal menerbangkan helikopter Bell-412 EP/HU-4206. Heli yang diawaki Lettu Laut (P) Wayan dan Letda Laut (P) Jovanda tersebut terbang melintasi rute Labuan Bajo–Ende–Reo membawa 400 kilogram kebutuhan pangan darurat berupa beras, susu, sarden, mi instan, gula, kopi, teh, dan mentega.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul mengatakan, pemanfaatan dua jalur transportasi ini mempermudah penyaluran logistik ke titik-titik yang sulit diakses jalur darat.

Kru helikopter Bell-412 TNI AL
Kru helikopter Bell-412 TNI AL menurunkan kantong bantuan logistik darurat untuk disalurkan ke korban gempa di wilayah pedalaman Flores, NTT, Kamis (20/8). (Foto: Dok. Dispenal)

"Sesuai arahan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, jajaran TNI AL senantiasa siaga dan responsif membantu kesulitan warga. Pengerahan armada laut dan udara ini memastikan distribusi kebutuhan pokok berjalan efektif, efisien, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat di lokasi bencana," kata Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (21/8).

Baca Juga: Temui Menhan Sjafrie, Menhan Cina Ajak RI Gagalkan Niat Jahat Kekuatan Asing yang Merusak Tatanan

Sebelumnya, TNI AL juga memberangkatkan 217 prajurit Korps Marinir Pasmar 2 Surabaya menggunakan kapal bantu rumah sakit KRI Soeharso-990. Pasukan ini membawa alat berat zeni konstruksi, ambulans, dan tim medis lapangan untuk membuka akses serta memulihkan fasilitas publik di Flores.

Penyaluran logistik ini berlangsung di tengah menipisnya stok makanan pengungsi dan rentetan 4.350 gempa susulan yang masih mengguncang daratan Flores. Data terbaru Basarnas per siang ini mencatat jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 bertambah menjadi 83 orang, sementara 967 warga lainnya mengalami luka berat hingga ringan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.