KRI Sultan Hasanuddin Uji Kemampuan Senjata dan Sensor di Laut Jawa

Jakarta, IDM – KRI Sultan Hasanuddin-366 melaksanakan uji gladi tugas tempur (glagaspur) tingkat II yang digelar oleh Komando Latihan (Kolat) Koarmada II, di Laut Jawa, Selasa (6/5).
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada II Letkol Laut (P) Antonius Februar Prima Hadi, menjelaskan kapal perang tersebut menjalani serangkaian tes selama glagaspur berlangsung, meliputi uji tulis yang diikuti oleh seluruh personel KRI Sultan Hasanuddin, drill pos tempur dan komando, kemudian peran-peran darurat.
Baca Juga: Letkol Inf Roihan Hidayatullah Resmi Jabat Danbrigif 13
"Serta dilakukan latihan penembakan decoy, sebagai simulasi menghadapi ancaman rudal musuh," jelas Antonius dalam keterangannya, dikutip Kamis (8/5).
Kapal perang yang dipimpin oleh Letkol Laut (P) Agung Maulana juga berlatih penembakan meriam kaliber 20 mm untuk mengasah kemampuan pertahanan jarak dekat terhadap ancaman permukaan dan udara.
Baca Juga: Jelang Indo Defence Expo, Wamenhan: Siapkan yang Terbaik
"Uji glagaspur ini bertujuan mengukur kesiapan operasional dan kemampuan taktis para prajurit dalam mengawaki sistem persenjataan serta perangkat Sewaco (Sensor, Weapon, and Command) secara profesional," lanjut Antonius.
Menurutnya, penekanan utama uji tempur ini terletak pada kemampuan koordinasi antar-pos tempur serta penguasaan teknis terhadap peralatan tempur sebagai bentuk evaluasi dan pembinaan terhadap kesiapan unsur laut TNI AL. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































