HANKAM

KRI Sriwijaya-100 Siap Tugas, Fokus pada OMSP

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali usai peresmian nama KRI Sriwijaya-100 di Dermaga 106-107 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/9) (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan bahwa KRI Sriwijaya-100 siap bertugas yang fokus pada Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Hal itu ia ungkapkan usai reflagging, shipnaming dan pengukuhan komandan kapal induk eks Angkatan Laut Italia ITS Giuseppe Garibaldi (C551) tersebut. Serangkaian seremoni digelar di atas kapal dan dipimpin oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Dermaga 106-107 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/9).

"Kondisinya masih sangat baik, siap operasional," imbuhnya.

Baca Juga: Jenderal Agus Subiyanto: KRI Sriwijaya Perkuat Peran TNI AL

Terkait jenis penugasan, ia mengungkapkan bahwa kapal induk sepanjang 180,2 meter, lebar 33,4 meter, dan draft 6,7 meter ini akan difokuskan untuk OMSP. Oleh sebab itu, pelengkapan armada helikopter akan diutamakan, di mana kapal ini dapat membawa lebih dari 10 hingga 18 helikopter kelas menengah/berat. Kemampuan ini memberikan opsi tambahan dalam merespons keadaan darurat di wilayah kepulauan.

"Kita saat ini lebih memanfaatkan ini untuk OMSP, Operasi Militer Selain Perang, maka helikopter yang diutamakan. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya bahwa helikopter, nanti semua helikopter, semua jenis helikopter dan helikopter Angkatan Laut, Angkatan Darat dan Angkatan Udara bisa take off dan landing dari kapal ini," ungkapnya.

Baca Juga: Tinjau Yonif TP 333 Macan Cisanti, Menhan Sjafrie Ingatkan Tentara Nasional Indonesia Lahir dari Rakyat

Dengan demikian, ia menyoroti bahwa pilot-pliot helikopter akan dilatih untuk dapat beroperasi dari kapal induk tersebut. Ia pun tidak menutup kemungkinan pilot-pilot drone untuk turut beroperasi.

"Kemudian pengawakan juga sudah full oleh Angkatan Laut Indonesia, oleh TNI Angkatan Laut. Ada sejumlah 400 krunya dan nantinya mereka juga sambil belajar. Karena yang belajar pertama hanya 100 orang, dan ini yang 300 diberikan pengetahuan untuk bagaimana mengawaki kapal ini dengan baik," jelasnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.