KRI SIM-367 Pimpin Manuver Kapal Perang 4 Negara di Laut Mediterania

Jakarta, IDM – KRI Sultan Iskandar Muda-367 kembali memimpin latihan manuver tempur tingkat lanjut yang digelar di wilayah operasi maritim UNIFIL di Laut Mediterania, Lebanon, Kamis (2/10).
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII/P Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah, menjelaskan latihan manuver ini melibatkan lima kapal perang angkatan laut negara.
Sejumlah unsur MTF tersebut, terdiri dari FGS Sachsen-Anhalt F-224 (Jerman); BNS Sangram F-113 (Bangladesh); HS Kanaris F-464 (Yunani); Saida PB-6 (Lebanon); KRI Sultan Iskandar Muda-367; serta melibatkan helikopter AS 565 HS-1306 MBe Panther milik Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal).
Baca Juga: KSAL Lawatan ke Jepang, Bidik Kapal Selam Oyashio hingga Fregat Mogami
"Kapal-kapal bermanuver dalam formasi untuk menghadapi simulasi ancaman lintas matra di tengah gelombang Laut Mediterania," jelas Annurullah yang juga selaku Komandan KRI Sultan Iskandar Muda-367, dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (3/10).
Annurullah juga mengatakan, latihan manuver tempur tingkat lanjut ini disusun sesuai mandat Resolusi Pusat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 1701.
"Tujuannya mempertajam naluri tempur sekaligus memperkuat kemampuan bekerja sama antarkapal dari berbagai negara," ujarnya.
Ia menegaskan, keterlibatan Indonesia dalam latihan bersama pasukan multinasional juga memperkuat posisi diplomasi militer di kawasan. "Ini bagian dari membangun kepercayaan antarnegara dan wujud diplomasi angkatan laut dalam operasi bersama," tambahnya.
Baca Juga: KSAL Bertemu Menhan Jepang, Bahas Kerja Sama Teknologi hingga Latihan
Selama kegiatan berlangsung, Panglima UNIFIL bersama Komandan MTF turut meninjau langsung jalannya latihan dari atas kapal FGS Sachsen-Anhalt F-224 untuk melihat kesiapsiagaan, profesionalitas, kemampuan kerja sama, dan keaandalan manuver seluruh unsur dalam skenario peperangan laut.
KRI Sultan Iskandar Muda-367 membawa 120 prajurit TNI AL, meliputi 105 awak kapal dan membawa 15 personel pendukung yang terdiri dari pilot, teknisi mesin dan kru pesawat serta perwira kesehatan, intelijen, psikologi, penerangan hingga melibatkan personel dari Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan penyelam.
Per Januari 2025, kapal yang tergabung dalam Satgas (MTF) TNI Konga XXVIII-P Unifil tersebut resmi menggantikan KRI Diponegoro-365 dari unsur Satgas MTF TNI Konga XXVIII-O Unifil yang telah mencapai akhir penugasan, setelah 14 bulan menjadi pasukan penjaga perdamaian di Lebanon, sejak awal 2024. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































