KRI Silas Papare Sandar di Lampung, Dukung Operasi Beladau Sakti-26

Jakarta, IDM – KRI Silas Papare SRE-386 tiba dan sandar di Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, Rabu (7/1). Kedatangan kapal perang ini langsung disambut Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Lampung, Kolonel Laut (P) Krido Satriyo U, beserta para prajurit.
Kehadiran KRI Silas Papare di Lampung bagian dari Operasi Beladau Sakti-26 di bawah kendali Gugus Tempur Laut (Guspurla) Komando Armada (Koarmada) I. Operasi ini bertujuan menjaga keamanan dan stabilitas wilayah perairan nasional.
Baca Juga: KSAU Pimpin Sertijab Empat Jabatan Strategis di TNI AU, Termasuk Asintel dan Askomlek
“Penyambutan ini sekaligus menunjukkan kesiapan Lanal Lampung mendukung unsur KRI yang sedang bertugas di perairan Lampung dan sekitarnya,” ujar Krido, dikutip dari keterangan Penerangan Lanal Lampung.

Dengan merplugnya KRI Silas Papare, Krido mengatakan koordinasi antara Lanal Lampung dan kapal perang yang sedang beroperasi di wilayah ini diharapkan berjalan lancar, sehingga tugas TNI AL menjaga kedaulatan dan keamanan laut bisa terlaksana secara optimal.
Baca Juga: Bandingkan Coast Guard Filipina Punya 300 Kapal, Kepala Bakamla RI: Kita Cuma 10
Operasi Beladau Sakti merupakan operasi rutin TNI AL yang bertujuan menjaga keamanan perairan nasional dan mencegah kegiatan ilegal di laut. Operasi ini menekankan pengawasan terhadap kapal-kapal yang mengaburkan identitas (dark ship) dan memastikan ketaatan di jalur pelayaran internasional, sambil tetap menghormati hak lintas damai.
Pada operasi sebelumnya, Beladau Sakti-25, KRI Bung Tomo-357 berhasil menangkap kapal berbendera asing di perairan Natuna yang dicurigai melanggar hukum. Penangkapan ini menunjukkan fokus operasi untuk menindak kapal yang bergerak tidak sesuai jalur resmi dan berpotensi mengancam kedaulatan negara. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































