KRI Sidat-851 Uji Coba Tembak Sistem Senjata Meriam 30 mm

Jakarta, IDM - Kapal Patroli Lantamal XIII KRI Sidat-851 melaksanakan uji fungsi meriam 30 mm Msi di Perairan Tarakan, Kalimantan Utara, Sabtu (10/12). Kegiatan ini diikuti 36 personel dan dipimpin oleh Mayor Laut (P) Henky Irawan Yudistira.
Dikutip dari keterangan Pen Lantamal XIII, Senin (12/12), uji fungsi diawali dengan tahapan pelumasan housing firing sebelum kapal dan awak kapal lainnya menuju titik penembakan.
Setelah mengapung di area titik penembakan pada pukul 11.05 WITA, dilanjutkan dengan tahapan pemasangan amunisi meriam 30 mm berjumah 90 butir yang diawasi langsung oleh tim Msi, Dissenlekal, Dislaikmatal, Satgas meriam 30 Msi serta PT BTI.
Selanjutnya, dilaksanakan tahap penembakan otomatis tanpa sasaran remote operator console (ROC), penembakan satu butir peluru 30 mm dengan ketinggian minimal derajat mode single hingga ketinggian maksimal. Kemudian, dilanjutkan mode lainnya serta beberapa jarak dari 380 yard sampai 2.450 yard.
Baca: TNI AL dan Angkatan Laut Filipina Perkuat Kerja Sama Keamanan Maritim
Sebelumnya, kegiatan uji fungsi meriam 30 mm tersebut selaras dengan perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono untuk meningkatkan kesiapan dan kesiapsiagaan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang memiliki daya gerak dan daya gempur yang tinggi. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































