HANKAM

KRI Pulau Fani Uji Meriam Searanger 20 MM di Laut Jawa, 20 Amunisi Meluncur

Meriam Searanger
Meriam Searanger 20 milimeter terpasang di atas geladak KRI Pulau Fani-731 saat uji penembakan amunisi di perairan utara Pulau Jawa, Selasa (21/7). (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – Kapal perang pemburu ranjau TNI AL, KRI Pulau Fani (PFN)-731, menjajal ketangguhan meriam Searanger 20 milimeter di perairan utara Pulau Jawa, Selasa (21/7). Prajurit meluncurkan 20 butir amunisi kaliber 20x128 milimeter untuk menguji performa senjata di atas gelombang laut.

Uji coba di perairan terbuka ini menyasar target bergerak berupa balon sasaran tomatto killer. Prajurit KRI Pulau Fani-731 menghancurkan sasaran tersebut lewat tiga metode tembakan sekaligus, yakni tembakan tunggal (single), tembakan cepat (rapid), dan tembakan beruntun (burst).

Baca Juga: Perpanjang Kerja Sama dengan ICRC, TNI Ingin Kuatkan Pelaksanaan HHI dalam Operasi Militer

Meriam Searanger 20 milimeter sendiri memakai sistem senjata kendali jarak jauh (Remote Control Weapon Station/RCWS) buatan pabrikan Rheinmetall Air Defence asal Swiss-Jerman. Senjata modern ini dibekali sensor elektro-optik akurasi tinggi, sehingga prajurit bisa mengunci sasaran permukaan maupun udara dari dalam ruang kendali kapal.

Meriam Searanger
Suasana uji tembak meriam Searanger 20 milimeter KRI Pulau Fani-731 yang menyasar target di perairan utara Pulau Jawa. (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya menegaskan uji penembakan ini menjadi modal penting untuk mengukur kesiapsiagaan persenjataan Koarmada II.

"Keberhasilan uji fungsi ini menjadi bentuk komitmen nyata Koarmada II dalam memastikan seluruh alutsista beserta sistem persenjataannya tetap berada pada kondisi optimal dan siap menjaga wilayah laut," ujar Alit, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Jumat (24/7).

Baca Juga: Tiba di Rusia, Kapal Perang TNI AL KRI GNR-332 Merapat Buat Latihan Orruda Kedua

Uji tembak meriam buatan Eropa ini berlangsung di bawah pengawasan langsung Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Laut (Kadislitbangal) LaksmaTNI Danny Hotler Bahtera dari atas kapal.

Tim ahli dari Dinas Senjata dan Elektronika Angkatan Laut (Dissenlekal) serta Laboratorium Senjata (Labinsen) turut mengawal seluruh parameter teknis hingga latihan tuntas dengan aman.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.