HANKAM

KRI Prabu Siliwangi Sandar di Afrika Selatan, Bawa Misi Diplomasi

KRI Prabu Siliwangi
KRI Prabu Siliwangi-321 dengan latar Table Mountain saat tiba di pelabuhan Cape Town, Afrika Selatan, Selasa (4/3). Kapal perang terbaru TNI AL ini singgah untuk misi diplomasi dalam perjalanan menuju Indonesia. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Kapal perang terbaru TNI AL, KRI Prabu Siliwangi-321, akhirnya menginjakkan kaki di benua Afrika. Kapal canggih ini sandar di Cape Town, Afrika Selatan, pada Selasa (4/3) di tengah perjalanan panjangnya menuju Indonesia.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, menjelaskan persinggahan ini membawa misi khusus. TNI AL tidak hanya mengisi logistik, tetapi juga menjalankan diplomasi maritim.

"KRI Prabu Siliwangi-321 melaksanakan kunjungan pelabuhan (port visit) sebagai bagian dari rangkaian Operasi Penyeberangan Jala Raksa-26. Ini momentum penting untuk memperkuat persahabatan antara TNI AL dan dunia internasional," ujar Tunggul dalam keterangannya, dikutip Sabtu (7/3).

Baca Juga: Pimpin Upacara HUT Kostrad, Panglima TNI: Prajurit Harus Selalu Siap, Adaptif dan Profesional

Temui Petinggi Angkatan Laut Afrika

Tunggul memaparkan, Komandan KRI Prabu Siliwangi-321 Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja langsung bergerak cepat. Ia melakukan kunjungan kehormatan ke markas Angkatan Laut Afrika Selatan.

Delegasi Indonesia bertemu langsung dengan Laksamana Muda Handsome Thamsanga Matshane di Pangkalan Angkatan Laut Simon’s Town.

"Mereka bertukar plakat sebagai simbol persahabatan. Rombongan juga menemui pejabat pemerintah kota Cape Town untuk membuka peluang kerja sama kemaritiman yang lebih luas antara kedua negara," tambah Tunggul.

Baca Juga: TNI AD Berkoordinasi dengan Polisi Terkait Prajurit Langgar Hukum tapi Lolos Rekrutmen

KRI Prabu Siliwangi
Komandan KRI Prabu Siliwangi-321 Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja beserta staf berfoto bersama pejabat Angkatan Laut Afrika Selatan di atas geladak kapal. (Foto: Dok. Dispenal)

Pilih Rute Memutar yang Menantang

Perjalanan KRI Prabu Siliwangi pulang ke Tanah Air terbilang unik. Kapal ini tidak mengambil rute pendek via Terusan Suez, melainkan memilih rute menantang mengelilingi benua Afrika.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali sebelumnya mengonfirmasi hal tersebut. Pilihan rute ini sekaligus menjadi ujian ketahanan (endurance) bagi kapal baru tersebut sebelum resmi memperkuat armada tempur nasional.

"Karena melalui jalur Afrika, mengelilingi Afrika, jadi mungkin sampai di Indonesia awal April," jelas Ali beberapa waktu lalu.

Baca Juga: TNI AU Bakal Perkuat Sistem Pengamanan Lanud Roesmin Nurjadin: Berlapis dan Terintegrasi

Bawa Senjata Kaliber Besar

Kedatangan KRI Prabu Siliwangi pada April nanti sangat dinantikan. Kapal ini menandai kembalinya era "senjata berat" di tubuh TNI AL.

Kapal jenis Offshore Patrol Vessel (OPV) ini menggendong meriam utama kaliber 127 mm. Sebelum meninggalkan Italia, kapal ini sukses melakukan uji tembak struktur (structural firing) di Teluk La Spezia.

Senjata raksasa ini memberikan kemampuan bantuan tembakan kapal yang masif. Kemampuan tersebut sudah lama dirindukan TNI AL sejak era kapal korvet kelas Fatahillah. Kini, "monster laut" tersebut sedang membelah samudera untuk segera menjaga kedaulatan NKRI. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.