TEKNOLOGI

KRI Kerambit-627 Sukses Uji Penembakan Senjata Utama

KRI Kerambit-627 Sukses Uji Penembakan Senjata Utama
Uji penembakan Meriam 57mm pada KRI Kerambit-627. Sumber: Dokumentasi PT PAL Indonesia

Surabaya,IDM - Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M ke-4 buatan PT PAL Indonesia KRI Kerambit-627 yang merupakan kapal perang dengan pengguna TNI Angkatan Laut, sukses melakukan uji penembakan senjata utama.

Selaras dengan sister-ship nya yakni KRI Halasan-630, KRI Kerambit-627 kembali ke fasilitas PT PAL Indonesia untuk pelaksanaan skema Fit for But Not With (FFBNW). Prosesnya meliputi instalasi, integrasi sistem sensor dan senjata di Workshop Kapal Perang PT PAL.

“PT PAL telah menjalin kemitraan yang baik dengan berbagai perusahaan senjata dari Eropa, maupun Asia dalam memenuhi dukungan persenjataan untuk operasi KCR, sesuai dengan kebutuhan dalam Minimum Essential Force,” terang Iqbal Fikri, Chief Operating Officer.

Pelaksanaan uji tembak yang dilaksanakan pada hari Kamis (13/10) ini turut dihadiri oleh komandan dan awak kapal, tim kelaikan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, TNI AL, serta tim quality assurance PT PAL Indonesia.

Sebagai produk unggulan yang dari proses desain hingga konstruksi dilaksanakan di PT PAL Indonesia, KRI Kerambit-627 dalam pelaksanaan skema FFBNW melakukan beberapa persiapan mulai dari penyiapan pondasi, integrasi sistem hingga senjatanya.

Rangkaian proses pengujian tersebut telah disesuaikan dengan standar internasional dan dimonitor langsung oleh mitra strategis.

“Kepercayaan Kemhan dan TNI AL merupakan apresiasi yang menunjukkan atensi terhadap PT PAL sebagai bagian dari industri pertahanan. Besarnya amanah yang diberikan, harus menjadi motivasi bahwa industri dalam negeri mampu memenuhi ekspektasi serta harapan user,” ucap Iqbal.
Keberhasilan hasil uji tembak KRI Kerambit-627 dievaluasi menggunakan hasil magnetic particle test yang dilakukan setelah pengujian Gun SAT. Magnetic Particle Test sendiri dimaksudkan untuk memastikan tidak terjadi kerusakan pada sub-struktur senjata dan geladak kapal selama menjalankan misi persenjataan utama.

“PT PAL sangat fokus kepada added value yang bisa diberikan dan dukungan berkelanjutan kedepan. Termasuk kemandirian dalam alutsista pendukung, di mana saat ini Holding Industri Pertahanan (Defend ID) akan menjawab tantangan tersebut, sebagaimana kita akan berkompetisi dengan dengan industri pertahanan yang telah dikenal secara global,” jelas Iqbal. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.