KRI Karotang Gagalkan Penyelundupan Pekerja Migran Ilegal dan Satwa Dilindungi di Selat Malaka

Jakarta, IDM – KRI Karotang-872 yang saat ini berada di bawah kendali operasi Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Pekerja Migran Ilegal (PMI) dan satwa yang dilidungi, di Selat Malaka, Minggu (2/3).
Kapal patroli yang dipimpin oleh Mayor Laut (P) Fa’iq Mumtaz Muhammad itu menggagalkan 12 orang pekerja migran ilegal non-prosedural serta 26 satwa dilindungi yang rencananya dibawa ke Malaysia.
Baca Juga: Marinir Punya Drone FPV Bomber Ababil untuk Misi Tempur dan Pengintaian
"Beberapa orang yang diduga merupakan PMI non-prosedural terdiri dari 10 WNI dan 2 WNA asal Bangladesh dan ditemukan 4 ekor musang putih, 3 ekor monyet, 12 ekor siamang, dan 7 ekor kuskus," ujar Komandan Guspurla Koarmada I Laksamana Pertama Mohamad Taufik, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada I, Senin (3/3).

Usai penangkapan tersebut, KRI Karotang dan prajurit membawa sebuah kapal motor tanpa nama beserta para pekerja migran ilegal non-prosedural, menuju Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai Asahan untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Baca Juga: Tiga Kapal Perang Fregat Koarmada II Berganti Komandan, Ini Para Penggantinya
Taufik pun mengapresiasi kerja KRI Karotang bersama prajurit yang bertugas menggagalkan upaya penyelundupan pekerja migran ilegal dan satwa yang dilindungi. Ia juga menekankan kepada bawahannya untuk selalu waspada dalam operasi.
"Selalu waspada dan meningkatkan pengawasan dalam melaksanakan tugas, khususnya di wilayah perbatasan yang rawan dimanfaatkan oleh sindikat internasional," pesannya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































