HANKAM

KRI I Gusti Ngurah Rai Berlayar ke Australia untuk Latma Kakadu 2024

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dikerahkan untuk latihan bersama Kakadu 2024 di Darwin, Australia, Jumat (30/8). (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)
KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dikerahkan untuk latihan bersama Kakadu 2024 di Darwin, Australia, Jumat (30/8). (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM –  Koarmada II mengerahkan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 beserta 163 prajurit untuk mengikuti latihan bersama Multilateral Naval Exercise Kakadu 2024 di Darwin, Australia.

Pangkoarmada II Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo melepas langsung keberangkatan kapal perang jajaran Satuan Kapal Eskorta (Satkor) itu di Surabaya, Jumat (30/8).

Baca Juga: KSAD Buka Latihan Bersama Safkar Indopura

"KRI I Gusti Ngurah Rai-332 yang terlibat dalam latma Multilateral Kakadu 2024 akan melaksanakan pelayaran selama 30 hari," ujar Ariantyo, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Senin (2/9).

Ariantyo menyampaikan, latihan bersama Kakadu 2024 bertujuan meningkatkan kemampuan operasional, memperkuat kerja sama serta membangun interoperabilitas antarangkatan laut negara-negara peserta.

"Untuk itu KRI I Gusti Ngurah Rai-332 harus mampu menunjukkan kemampuan yang andal sebagai bentuk keberhasilan atas latihan-latihan yang telah dilaksanakan selama ini," kata Ariantyo.

Baca Juga: TNI AD Akan Punya Markas Baru Denbekang di Solo

Terpisah, Kadispen Koarmada II Kolonel Laut (P) Widyo Sasongko ketika dikonfirmasi di Jakarta, mengungkapkan latihan bersama yang digelar setiap 2 tahun sekali ini diikuti oleh 30 negara di seluruh dunia.

"Total jumlah 15 kapal permukaan, satu kapal selam, dan 20 unsur udara yang akan berpartisipasi dalam kegiatan latihan," ungkap Widyo.

Baca Juga: Satgas Pamtas Yonarmed 11 Rayakan HUT Malaysia di Perbatasan

Adapun 30 negara yang terlibat di antaranya Australia, Jepang, Amerika Serikat, Afrika Selatan, Filipina, Inggris, India, Indonesia, Jerman, Malaysia, Prancis, Singapura, Brunei Darussalam, Kamboja, Belanda.

Kemudian, Thailand, Belgia, Vietnam, Peru, Srilanka, Kepulauan Solomon, Britania Raya, Selandia Baru, Fiji, Pakistan, Canada, Korea Selatan, Timor Leste, dan Papua Nugini. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.