HANKAM

KRI Diponegoro Dapat 6 Medali dari Sejumlah Kontingen PBB di Lebanon

KRI Diponegoro Dapat 6 Medali dari Sejumlah Kontingen PBB di Lebanon
Para personel Satgas Maritime Task Force (MTF) XXVIII-O Unifil tiba di Jakarta, Jumat (14/2), usai berlayar dari Lebanon. (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – KRI Diponegoro-365 yang merupakan unsur Satgas Maritime Task Force (MTF) XXVIII-O Unifil, meraih 6 medali penghargaan dari sejumlah kontingen asing PBB selama bertugas di Lebanon selama setahun.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, mengungkapkan alasan KRI Diponegoro banyak mendapatkan medali penghargaan dikarenakan selama di Lebanon, satgas mampu menjalankan tugas dengan baik dan dipercaya oleh sejumlah kontingen PBB.

"Mereka bisa bergaul bersama dengan kapal-kapal perang asing yang bertugas di sana dengan baik dan mendapat kepercayaan penuh dari kontingen PBB yang ada di sana," ungkapnya, kepada awak media, di Jakarta, Jumat (14/2).

Baca Juga: Sebanyak 20 Perwira Kostrad Ikuti Pendidikan Reguler ke-65 Seskoad

Ali menambahkan, salah satu medali penghargaan yang paling istimewa diberikan oleh Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius kepada KRI Diponegoro. Medali penghargaan ini merupakan yang pertama kalinya didapatkan oleh unsur satgas MTF Indonesia selama mengirimkan pasukan ke Lebanon.

"Yang paling menonjol (medali penghargaan) adalah dari Jerman. Jadi, Menteri Pertahanan Jerman memberikan medali German Medal kepada KRI Diponogoro. Ini baru pertama kali selama pelaksanaan tugas MTF," kata Ali.

Adapun 6 medali penghargaan yang diraih oleh KRI Diponegoro, meliputi UN Medal dari Komandan Tempur Unifil Letjen Aroldo Lazaro Saenz dari Spanyol, atas apresiasi kesiapan teknis dan profesionalisme prajurit serta pencapaian operasi selama bertugas.

Baca Juga: Kisah Marcelino Anak Papua yang Bisa Sekolah Berkat TNI

Komandan Angkatan Laut Lebanon Laksamana Haissam Dannaoiu juga memberikan medali penghargaan kepada KRI Diponegoro atas keberhasilan kolaborasi untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan keamanan Laut Mediterania, khususnya di perairan teritorial Lebanon.

Kemudian, medali penghargaan dari Jerman, perdana diberikan untuk Satgas MTF TNI atas dedikasi peningkatan kerja sama militer antara Indonesia dan jerman dalam melaksanakan tugas di Lebanon.

Lalu, medali penghargaan lainnya dari Komandan Kontingen Tanzania Letkol Emmanuel Shambogo Kiuia, medali penghargaan ambasador dari Dubes LBBP RI untuk Turki Achmad Rizal Purnama, dan medali duta budaya dari Dubes LBBP RI untuk Lebanon Hajriyanto Y Thohari. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.