HANKAM

KRI Diponegoro Bersama Bangladesh dan Yunani Latihan Kendali Helikopter di Laut Mediterania

HS-1305 Panther
Helikopter TNI AL, HS-1305 Panther berlatih dengan KRI Diponegoro-365 beserta kapal perang Bangladesh dan Yunani di Laut Mediterania, Lebanon, Kamis (25/7). (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – KRI Diponegoro-365 bersama dua unsur kapal perang negara Bangladesh (BNS Sangram F-113) dan Yunani (HS Kountouriotis F-462) menggelar latihan kendali helikopter (air coordinator handover-takeover) di Laut Mediterania, Lebanon, Kamis (25/7).

Latihan yang turut melibatkan unsur udara dari Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) HS-1305 Panther ini dilakukan sebanyak tiga skenario serah terima kendali, yaitu KRI Diponegoro kepada HS Kountouriotis, lalu HS Kountouriotis kepada BNS Sangram. Kemudian, dari BNS Sangram kepada KRI Diponegoro.

Baca Juga: Momen Bersejarah, Indonesia Kibarkan Bendera Merah Putih di Perbatasan RI-Malaysia

"Serah terima kendali melalui beberapa tahapan, yaitu memberikan vektor pergerakan, established communication, hold in my gadget, handover-takeover, dan pernyataan pemegang kendali helikopter," ujar Komandan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-O UNIFIL Letkol Laut (P) Wirastyo, dikutip dari laman TNI AL, Sabtu (27/7).

Wirastyo menjelaskan, latihan ini bertujuan menyamakan persepsi dalam pengendalian helikopter sekaligus menguji kemampuan dari air coordinator, radar udara hingga alat komunikasi setiap unsur MTF 448 UNIFIL.

"Uji kemampuan alat komunikasi ini untuk melatih unsur MTF 448 UNIFIL menghadapi serangan elektronika berupa GPS jamming dan spoofing yang terjadi di area of maritime operation yang sangat berpengaruh terhadap keselamatan kapal dan helikopter," jelasnya.

Baca Juga: Danlanud Abd Saleh: Interoperabilitas TNI AU dan US PACAF Meningkat Usai Latma Cope West 2024

Adapun KRI Diponegoro bertugas bersama MTF UNIFIL di perairan Lebanon sejak awal 2024. Kapal perang TNI AL itu berlayar dari Jakarta ke Lebanon sejak akhir 2023 menggantikan KRI Frans Kaisiepo-368 yang sebelumnya bertugas bersama Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N UNIFIL.

Satgas MTF di Lebanon bertugas memelihara perdamaian di sepanjang perbatasan Lebanon dan Israel bersama satuan tugas UNIFIL lainnya. Beberapa tugas yang diemban, seperti berpatroli di perairan, sepanjang perbatasan, mencegah masuknya senjata secara ilegal, dan menggelar pelatihan untuk prajurit Angkatan Laut Lebanon. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.