KRI Diponegoro-365 dan Pesawat F-16 Latihan Counter Sea Tactic 2023

Jakarta, IDM - KRI Diponegoro-365 dan pesawat F-16 melaksanakan latihan counter sea tactic (CST) 2023 di perairan Karimun Jawa, Kamis (25/5).
Mengutip keterangan dari tni.mil.id, Jumat (26/5) latihan yang dipimpin oleh Komandan KRI Diponegoro-365, Letkol Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja ini dilakukan untuk mempertajam kemampuan mempertahankan wilayah NKRI.
Baca Juga: Prajurit Korps Marinir Uji Tembak RPG-7 dan MG-3 Marinir Pakistan
Dalam latihan tersebut, KRI dengan persenjataan dan sensor udara disimulasikan menjadi musuh F-16. Kegiatan tersebut terbilang lancar karena umpan soft kill weapon system, (skws decoy).
Selain melatih pertahanan udara, kegiatan tersebut juga digelar untuk melatih kesigapan tempur prajurit serta menguji kesiapan sistem senjata KRI Diponegoro-365.
Baca Juga: 2.040 Atlet Ikuti Kejuaraan Terbuka Pencak Silat Piala KSAD 2023
Latihan CST yang digelar selama 20 hari sejak 2 Mei ini turut mendatangkan instruktur dari Inggris dan Maroko.
Dengan meningkatnya kemampuan CST, para personel yang terlibat diharapkan dapat menghalau berbagai jenis ancaman kapal perang musuh dengan menggunakan persenjataan yang dimiliki saat ini. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































