KRI Bung Tomo-357 'Kepung' Laut Andaman Bareng Kapal Perang Jepang dan India

Jakarta, IDM – KRI Bung Tomo-357 bergabung dalam formasi tempur bersama kapal perang Jepang, JS Yuudachi, dan India, INS Kora, di tengah Laut Andaman, beberapa waktu lalu. Ketiga kapal perang ini bertemu di titik koordinat yang sama saat berlayar menuju ajang internasional MILAN 2026 di Visakhapatnam.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, menjelaskan agenda bertajuk group sail ini bertujuan menyamakan persepsi taktis antar-matra laut negara sahabat. Selama berlayar beriringan, ketiga negara ini menguji ketangkasan personel lewat berbagai skenario di laut lepas.
Tunggul merinci sejumlah materi yang mereka lahap, mulai dari tactical maneuvering untuk memantapkan akurasi manuver formasi, hingga flashing exercise yang menguji kecepatan komunikasi lewat isyarat lampu sorot.
Baca Juga: KSAU Pastikan Kesiapan Operasional Lanud Husein Sastranegara untuk Dukung Tugas TNI AU
"Kegiatan group sail di perairan Laut Andaman tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan dan profesionalisme," ujar Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal, Kamis (19/2).
Selain itu, para prajurit melatih koordinasi udara lewat helly operation atau operasional helikopter di atas dek kapal. Seluruh rangkaian berakhir dengan farewell pass, yakni parade penghormatan antarunsur sebelum ketiga kapal berpencar menuju rute masing-masing. Tunggul menegaskan kehadiran KRI Bung Tomo-357 memperkuat posisi diplomasi pertahanan Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.
Setibanya di Visakhapatnam, KRI Bung Tomo-357 bergabung dengan puluhan armada tempur dari berbagai negara. Mereka mengikuti seluruh tahapan MILAN 2026, yang mencakup fase pangkalan (harbor phase) serta fase laut (sea phase).
Baca Juga: 18 Prajurit TNI AD Terima Penghargaan, Ini Prestasinya
Mengenal MILAN 2026
Perhelatan MILAN 2026 sendiri berlangsung pada 15–25 Februari dengan melibatkan puluhan negara, mulai dari Amerika Serikat, Rusia, Australia, hingga negara-negara di kawasan ASEAN. TNI AL konsisten menjadi peserta aktif dalam agenda dua tahunan milik Angkatan Laut India ini.
Sejarah mencatat Angkatan Laut India pertama kali memotori MILAN pada 1995 sebagai wadah kolaborasi maritim dunia. TNI AL telah berpartisipasi sejak edisi perdana bersama Singapura, Sri Lanka, dan Thailand. Kini, MILAN tumbuh menjadi salah satu latihan laut multinasional terbesar di kawasan Indo-Pasifik. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































