KRI Brawijaya-320 Sandar di UEA, Gelar Tur Kapal hingga Latihan di Laut Arab

Jakarta, IDM – KRI Brawijaya-320 sandar di Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA), Minggu (24/8) untuk melakukan rangkaian kegiatan diplomasi maritim.
Kehadiran kapal perang terbaru TNI AL yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) John David Nalasakti Sondakh ini merupakan bagian dari upaya mempererat kerja sama pertahanan dengan negara sahabat, salah satunya UEA.
John mengungkapkan, KRI Brawijaya-320 membuka tur (open ship) agar para Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di UEA berkesempatan melihat langsung kapal perang jenis patroli lepas pantai (OPV) produksi Italia tersebut.
Baca Juga: AS Jadi Kontingen Luar Negeri Terbanyak di Super Garuda Shield 2025, Boyong 1.347 Personel
"Para pengunjung berkesempatan melihat fasilitas modern dan kemampuan KRI Brawijaya-320, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap kehadiran TNI AL di kancah internasional," ungkapnya, dikutip dari siaran pers Dispen Koarmada II, Senin (25/8).
Selain itu, John bersama perwira pendamping juga bertemu (courtesy call) dengan Komandan Pangkalan Fujairah Brigjen Tariq Al-Shamsi dalam rangka memperkuat kerja sama pertahanan serta persaudaraan antara TNI AL dan Angkatan Laut UEA.
Kemudian, KRI Brawijaya-320 juga melaksanakan koordinasi operasional untuk latihan laut atau passing exercise (passex) di Laut Arab, dengan kapal perang milik Angkatan Laut UEA, yakni Bani Yas (P110).
Baca Juga: Pangkodau I Beri Penghargaan kepada 9 Prajurit Lanud Supadio
"Latihan ini bertujuan meningkatkan kesiapan sekaligus mengembangkan interoperabilitas kedua angkatan laut," ujar John.
Adapun materi selama passing exercise meliputi uji kemampuan peralatan komunikasi, latihan manuver taktis, transfer logistik di atas laut (RAS approach) hingga sailing pass.
"Latihan ditutup dengan penghormatan serta ucapan terima kasih sebagai simbol persaudaraan maritim yang erat antara TNI AL dan Angkatan Laut UEA," pungkasnya.
Baca Juga: Latihan Gabungan Super Garuda Shield 2025 Diikuti 6.501 Personel dari 13 Negara
Sebelumnya, Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata mengungkapkan kapal perang kelas Thaon di Revel itu dijadwalkan mampir ke Jakarta, sebelum menuju pangkalan Koarmada II, di Surabaya.
"Sebelum ke Surabaya tanggal 9 September, KRI Brawijaya-320 akan tiba masuk dan singgah ke Jakarta, pada 4 September," ungkap Denih, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (29/7).
Adapun KRI Brawijaya-320 merupakan unit pertama dari dua PPA Italia yang dibeli oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk memperkuat armada tempur TNI AL. Sementara unit kedua adalah KRI Prabu Siliwangi-321 dan akan ditempatkan di Koarmada I. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































