HANKAM

KRI Brawijaya-320 Perkuat Koarmada II, KSAL Ingatkan ABK Kuasai Teknologi Canggih Fregat Baru

Awak KRI Brawijaya-320
Awak KRI Brawijaya-320 saat sandar di Tanjung Priok, Jakarta, Senin (8/9). (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menegaskan pentingnya kesiapan prajurit pengawak KRI Brawijaya-320 dalam menguasai teknologi fregat baru usai kedatangannya di tanah air.

Dalam arahannya, Ali menyampaikan meski KRI Brawijaya-320 sudah tiba di Indonesia, tugas para prajurit atau anak buah kapal (ABK) belum selesai.

“Tugas Anda belum selesai. Sudah sampai di tanah air, justru ini tugas-tugas Anda baru dimulai. Dan rangkaian latihan untuk uji coba di laut (sea acceptance trial) juga belum selesai,” tegas Ali, usai acara penyambutan KRI Brawijaya-320 di Tanjung Priok, Jakarta, Senin (8/9).

Baca Juga: TNI AL Kirim Awak KRI Prabu Siliwangi ke Italia Oktober 2025

Ali menjelaskan, rangkaian latihan untuk para ABK masih akan dilaksanakan hingga KRI Brawijaya-320 tiba di Surabaya. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan semangat, mengingat kapal ini akan menjadi andalan dalam latihan armada serta peringatan HUT TNI ke-80 di Teluk Jakarta.

“Yang penting jaga kesehatan, jaga terus semangat, pantang mundur. Anda juga akan menjadi primadona nanti dalam rangkaian latihan yang ada di armada, dan juga dalam rangka memperingati hari ulang tahun TNI ke-80 nanti,” ujarnya.

Sebagai kapal baru, KRI Brawijaya-320 memiliki tantangan tersendiri. Ali meminta para ABK mempelajari dengan baik materi dari para pelatih dan instruktur selama berada di Fincantieri Italia, serta mengembangkannya dalam pembinaan di Koarmada II.

Baca Juga: 13 Jabatan Strategis di Kodam Merdeka Dirombak, Ada yang Pegang Jabatan di Kodam Baru

“Untuk taktis, teknis, kuasai benar. Ini kapal baru, kapal baru tantangannya adalah akan digunakan terus untuk latihan maupun kegiatan operasi. Karena baterainya baru. Untuk itu kalian harus siap,” kata Ali.

Ia juga menegaskan agar seluruh ABK memahami prosedur yang ada di kapal serta terus menimba ilmu demi profesionalisme.

Baca Juga: KRI Brawijaya-320 Perkuat Koarmada II, KSAL Ingatkan ABK Kuasai Teknologi Canggih Fregat BaruKRI Brawijaya-320 Perkuat Koarmada II, KSAL Ingatkan ABK Kuasai Teknologi Canggih Fregat Baru.

Baca Juga: 601 Siswa Secaba Dilantik Jadi Prajurit TNI AD, Pangkatnya Serda

“Kapal ini punya tingkatan teknologi yang cukup tinggi dan cukup sophisticated, cukup modern. Untuk itu kalian harus betul-betul memahami dan mengetahui prosedur-prosedur yang ada di kapal,” tandasnya.

Mengakhiri arahannya, Ali berpesan agar seluruh ABK menjaga kekompakan, baik antar-prajurit maupun dengan satuan lain yang bertugas di kapal.

“Jaga kekompakan antar-ABK maupun dengan satuan lain, seperti ada Kopaska di kapal ini, ada pilot helikopter, teknisi. Kalian jaga hubungan baik, timba ilmu sebanyak-banyaknya untuk menguasai dan menjadi profesional mengoperasikan kapal fregat KRI Brawijaya-320,” tutup Ali. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.