KRI Bima Suci Uji Ketangkasan Taruna AAL dan Delegasi Asean di Tengah Laut!

Jakarta, IDM – Para Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 73 bersama delegasi Asean Plus Cadet Sail 2026 menguji ketangkasan di atas geladak KRI Bima Suci pada Selasa (14/4). Uji nyali dan kemampuan bahari ini berlangsung saat kapal layar tiang tinggi tersebut melaksanakan pelayaran lintas laut menuju Colombo, Sri Lanka.
Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto, mengawasi langsung jalannya kompetisi. Para calon perwira AAL tingkat II dan 52 kadet internasional dari 24 negara sahabat tersebut harus menuntaskan berbagai rintangan teknis yang menguras fisik serta konsentrasi di atas kapal yang sedang melaju.
Baca Juga: Sukses Terbang Solo dengan F-16, Penerbang Muda TNI AU Raih Badge ‘Dragon Sierra’
Rute 124 Hari
Uji ketangkasan di tengah laut ini menjadi bagian krusial dari latihan praktik Kartika Jala Krida (KJK) Tahun 2026. Pelayaran KJK ke-10 ini menempuh perjalanan panjang selama 124 hari dengan jarak total mencapai 16.877 mil laut.
Kapal layar latih kebanggaan TNI AL ini memulai perjalanannya dari Surabaya pada akhir Maret lalu. Etape awal rute ambisius ini meliputi jalur Jakarta–Belawan–Colombo (Sri Lanka). Pelayaran kompetisi ketangkasan pada Selasa (14/4) ini merupakan momen perjalanan menuju Colombo setelah kapal bertolak dari Belawan pada Rabu (8/4).

Setelah Sri Lanka, KRI Bima Suci dijadwalkan menyambangi Singapura, Vietnam, Cina, hingga Korea Selatan. Misi jauh berlanjut ke Rusia, Jepang, dan Filipina, sebelum akhirnya dijadwalkan kembali ke Indonesia melalui Bitung dan berakhir di Surabaya pada 28 Juli 2026.
Baca Juga: 11 Pati TNI AU Terima Penghargaan Bintang Yudha Dharma Pratama, Termasuk Panglima Korpasgat
Adu Tangkas di Atas Tiang Tanggon
Dalam perlombaan ini, para peserta terbagi ke dalam beberapa tim atau divisi untuk memperkuat sinergi kelompok dalam memecahkan setiap instruksi dari para prajurit profesional KRI Bima Suci.
Aksi dimulai dengan kecepatan memasang harness atau tali pengaman tubuh. Setelah itu, para taruna harus fokus melakukan pemetaan posisi kapal pada peta laut (plotting). Tantangan kian memuncak saat mereka wajib memanjat tiang-tiang kapal yang menjulang tinggi, mulai dari tiang tanggap hingga tiang tanggon.

Tak hanya otot, kecerdasan komunikasi juga diuji melalui bongkar pesan menggunakan bendera semapur serta kode morse. Peserta juga adu kecepatan dalam sanglai atau teknik menyambung tali temali, naik tiang trengginas, uji kekuatan fisik, hingga bongkar pasang senjata api. Seluruh rangkaian latihan ini berakhir dengan pembunyian lonceng sebagai tanda peserta berhasil menuntaskan semua tahapan.
Gembleng Mental Pelaut Tangguh
Sugeng menekankan, latihan teknis ini krusial untuk menempa insting laut para calon pemimpin di tengah misi internasional mereka.
"Pelaksanaan uji ketangkasan ini bertujuan mengisi waktu luang selama pelayaran sekaligus mengaplikasikan materi yang telah diterima para taruna dari para instruktur selama berada di KRI Bima Suci," ujar Sugeng, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Rabu (15/4).
Baca Juga: TNI akan Kelola 216 Makam Pahlawan Nasional, Satu Berada di Malaysia
Ia menekankan, pengalaman lapangan ini sangat berbeda dengan teori di kelas. Dengan panduan langsung dari prajurit berpengalaman, para taruna belajar mempraktikkan ilmu kebaharian dengan tetap mematuhi standar keselamatan kerja yang ketat.
"Kami berharap taruna AAL Korps Pelaut semakin terampil, tangguh, dan terbiasa menghadapi berbagai tantangan ekstrem di laut," pungkasnya. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































