HANKAM

KRI Bima Suci Lintasi Samudra Hindia, Taruna Asean Plus Latihan Taktik Anti-pembajakan

Taruna Asean Plus Cadet Sail 2025
Para taruna Asean Plus Cadet Sail 2025 berlatih VBSS di atas KRI Bima Suci, Selasa (12/8). (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – KRI Bima Suci menggelar latihan taktik anti-pembajakan atau visit board search seizure (VBSS) bagi para taruna asing yang menjadi peserta pelayaran Asean Plus Cadet Sail 2025, saat lintas laut menuju Penang, Malaysia, Selasa (12/8).

Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto, menjelaskan latihan VBSS merupakan prosedur penting dalam operasi keamanan laut.

"VBSS digunakan untuk tindakan pendekatan, penggeledahan, penyergapan, dan pemeriksaan kapal yang dicurigai, termasuk operasi pembebasan sandera," ujarnya, dikutip dari laman TNI AL, Rabu (13/8).

Baca Juga: Bakamla RI dan Korea Coast Guard Kolaborasi Selamatkan 8 WNI dari Dugaan TPPO di Perairan Korsel

Latihan VBSS tersebut dipimpin oleh Sertu Bah Surya Ari dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) yang memberikan instruksi dan praktik langsung kepada para taruna Asean Plus di atas geladak KRI Bima Suci.

"Selain memperkenalkan prosedur keamanan laut, latihan ini juga menjadi sarana mempererat kerja sama dan pemahaman taktik maritim di antara taruna dari berbagai negara peserta Asean Plus Cadet Sail 2025," lanjutnya.

Adapun KRI Bima Suci membawa 97 taruna Akademi Angkatan Laut (AAL); dua taruna AAU; dua taruna Akademi Militer (Akmil); hingga 38 kadet dari 21 negara angkatan laut yang menjadi peserta pelayaran Asean Plus Cadet Sail 2025.

Baca Juga: KRI Sultan Iskandar Muda Jadi Sorotan Komandan MTF di Laut Mediterania

Kapal layar latih itu sedang menuju Penang, Malaysia, pascasandar di Padang selama tiga hari, yakni 9-12 Juni. Adapun Penang merupakan etape ketiga dari rute satgas muhibah diplomasi duta bangsa dan latihan praktik 2025.

"Rencananya, satgas akan berlayar selama enam hari menuju Penang Malaysia," ungkap Sugeng.

Adapun rute pelayaran KRI Bima Suci selanjutnya adalah Penang (Malaysia)–Sattahip (Thailand)–Muara (Brunei Darussalam)–Tarakan–Makasar dan akan tiba kembali di Pangkalan Surabaya pada 30 September 2025 mendatang. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.