KRI Bima Suci Lanjutkan Misi Pelayaran Kartika Jala Krida ke Thailand

Jakarta, IDM – KRI Bima Suci yang tergabung dalam satuan tugas (satgas) Kartika Jala Krida 2025, melanjutkan misi pelayarannya menuju Sattahip, Thailand. Kapal layar tiang tinggi ini bertolak dari Penang, Malaysia, Rabu (20/8).
Sebelumnya, KRI Bima Suci sandar di Penang selama 16-20 Agustus. Sejumlah agenda dilaksanakan, seperti upacara HUT ke-80 RI di atas geladak kapal, penutupan pelayaran Asean Plus Cadet Sail 2025, diplomasi pertahanan sekaligus memperkenalkan budaya maritim Indonesia kepada masyarakat Penang.
"KRI Bima Suci melanjutkan pelayaran ke Sattahip, Brunei Darussalam, Tarakan, Makassar, dan nantinya kembali ke Surabaya" ungkap Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto, dikutip dari laman TNI AL, Kamis (21/8).
Baca Juga: TNI AL dan Singapura Sepakat Perkuat Patroli Bersama, Fokus Keamanan Perairan Regional
"Total jarak tempuh pelayaran kapal kebanggaan TNI AL ini mencapai 6.895 mil laut," lanjutnya.
Latihan Laut Bersama KRI Bung Tomo
Di tengah pelayaran menuju Thailand, KRI Bima Suci melaksanakan latihan laut atau passing exercise (passex) dengan KRI Bung Tomo-357 yang tengah lego jangkar di Selat Malaka untuk Asean Multilateral Naval Exercise (Amnex) 2025.
Adapun passing exercise merupakan serial latihan dalam rangka tradisi dan diplomasi pertahanan antar-angkatan laut saat melintasi perairan yurisdiksi negara lain.
"Latihan passex mencakup serial farewell passing, komunikasi melalui isyarat cahaya dan bendera. Interaksi latihan di laut ini menjadi wujud profesionalisme prajurit TNI AL serta meningkatkan interoperabilitas antar-unsur kapal perang," jelas Sugeng.
Baca Juga: Hadiri ASM ke-19, Wakasau Perkokoh Diplomasi Pertahanan TNI AU dengan RSAF
Terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menegaskan, misi Kartika Jala Krida 2025 tidak hanya berfungsi sebagai ajang muhibah dan diplomasi maritim, tetapi juga wahana pendidikan bagi para taruna AAL.
“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya membangun sumber daya manusia yang tangguh untuk membentuk prajurit yang profesional, modern, dan berdaya saing global,” ujarnya.
Dengan perjalanan panjang ini, KRI Bima Suci bersama para taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-72 korps pelaut diharapkan mampu mempererat hubungan persahabatan antar-negara sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































