HANKAM

KRI Belati-622 Debut Sailing Pass HUT TNI di Teluk Jakarta

KCR
KRI Belati-622 saat peresmian peluncuran nama KCR 60 meter terbaru TNI AL, Jakarta, Rabu (1/10). (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – KRI Belati-622, akan tampil perdana dalam sailing pass HUT ke-80 TNI di Teluk Jakarta. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, memastikan kapal cepat rudal (KCR) 60 meter terbaru TNI AL itu dilibatkan dalam rangkaian demonstrasi laut, pada Kamis besok.

“Kapal ini nanti juga akan ikut sailing pass sebelum ditugaskan ke Komando Armada (Koarmada) III,” ujar Ali kepada awak media usai acara ship naming KRI Belati-622, di Pluit, Jakarta, Rabu (1/10).

Adapun selain KRI Belati-622, TNI AL menyiapkan sekitar 50 kapal perang untuk sailing pass yang rencananya akan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto. Kegiatan tersebut juga akan melibatkan unsur penerbangan dan pasukan khusus.

Baca Juga: 17,4 Juta Obat-obatan dan 4,8 Juta Vitamin Produksi TNI Diserahkan untuk Kopdes Merah Putih dan MBG

Dari sisi kesiapan kapal, Ali menyebut penyelesaian fisik KRI Belati-622 sedang dikebut. Serah terima dijadwalkan berlangsung akhir Oktober ini, sebelum kapal bertugas memperkuat Koarmada III di kawasan timur Indonesia.

“Rencananya, kapal ini selesai delivery pada akhir Oktober. Setelah itu langsung kita siapkan untuk pengoperasian,” ucapnya.

Direktur Utama PT Tesco Indomaritim Jamin Basuki, sebelumnya menekankan KRI Belati-622 merupakan hasil inovasi dalam negeri dengan teknologi hybrid yang belum pernah digunakan di Indonesia. Ia menyebut konsep propeller dan water jet yang dipatenkan perusahaannya dikembangkan selama lebih dari satu dekade.

KRI Belati-622 juga menjadi kapal pertama yang mengusung kombinasi sistem hybrid-biofuel, dengan propeller untuk jelajah jarak jauh dan waterjet untuk kecepatan tinggi. Sistem ini diklaim lebih efisien serta memungkinkan operasi panjang tanpa pengisian bahan bakar dalam waktu dekat.

Baca Juga: Pesan KSAU untuk Tim Demo Udara HUT ke-80 TNI: Tampilah dengan Penuh Kebanggaan

Keterlibatan perdana KRI Belati-622 dalam sailing pass HUT TNI menjadi momentum perkenalan kapal tersebut ke publik sebelum resmi masuk jajaran kekuatan tempur laut nasional.

Spesifikasi KRI Belati-622

KRI Belati-622 memiliki panjang 62 meter, lebar 9 meter, tinggi 5 meter, dan berat 500 ton. KCR ini mampu mencapai kecepatan maksimal hingga 30 knots serta kapasitas 62 personel.

Tak hanya itu, KRI Belati-622 juga dilengkapi sistem manajemen tempur atau combat system management (CMS) dengan persenjataan peluru kendari dari darat ke darat (surface to surface missile) Atmaca dari Roketsan, satu unit meriam 40 mm Leonardo Marlin 40 RC, serta dua unit meriam 20 mm. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.