HANKAM

KRI Bawal-875 Perkuat Guskamla Koarmada III untuk Operasi Pengamanan Laut Indonesia Timur

Danguskamla Koarmada III Laksamana Pertama Sumarji Bimoaji
Danguskamla Koarmada III Laksamana Pertama Sumarji Bimoaji memberikan arahan kepada para prajurit KRI Bawal sebelum melaksanakan operasi pengamanan laut, Biak, Papua, Senin (29/4). (Foto: Dok. Dispen Koarmada III)

Jakarta, IDM – KRI Bawal-875 tengah memperkuat Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada III untuk melaksanakan operasi pengamanan laut di wilayah Indonesia bagian timur, yakni perairan Papua dan Maluku.

Pengerahan kapal patroli cepat PC-60 meter yang dikomandani Komandan KRI Bawal Letkol Laut (P) Abdiyan Syaiful Hidayat itu melaksanakan operasi pengamanan laut di bawah pimpinan Komandan Guskamla (Danguskamla) Koarmada III Laksamana Pertama Sumarji Bimoaji.

KRI Bawal merupakan kapal perang dari jajaran Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) XIV Sorong. Kemudian, berdasarkan perintah Pangkoarmada III Laksamana Muda Hersan, kapal tersebut ditempatkan sebagai Bawah Komando Operasi (BKO) Guskamla Koarmada III untuk operasi pengamanan laut.

Baca Juga: Taifib dan Marinir AS Adu Kemampuan Sniper di Reconex 2024

"Saat ini KRI Bawal merupakan bagian dari unsur operasional di bawah kendali Guskamla Koarmada III untuk melaksanakan operasi pengamanan laut," ujar Bimoaji saat dihubungi di Jakarta, Selasa (30/4).

Danguskamla Koarmada III Laksamana Pertama Sumarji Bimoaji
(Foto: Dok. Dispen Koarmada III)

Operasi tersebut dimulai sejak Senin (29/4), saat KRI Bawal tiba di dermaga pelabuhan Biak, Papua. Sebelum berangkat, kapal perang tersebut melakukan bekal ulang logistik, pengisian bahan bakar, persiapan personel hingga pemeriksaan suku cadang kapal.

"Setelah selesai semua (pemeriksaan perlangkapan), sudah bisa bergabung dengan kami sekarang (untuk operasi pengamanan laut)" kata Bimoaji.

Baca Juga: Bakamla Evakuasi ABK Kapal Terbakar di Perairan Pulau Timor

Ia mengungkapkan, biasanya operasi pengamanan laut umumnya menempuh waktu sekitar 75 hari. "Ada yang hanya 45 hari dan bisa lebih waktunya (operasi pengamanan laut), tergantung oleh perintah dari Pangkoarmada III menggantikan dengan unsur-unsur lain," terangnya.

Lebih lanjut, Bimoaji menyampaikan beberapa hal yang juga menjadi penekanan Pangkoarmada III selama penugasan operasi pengamanan laut, yakni agar personel KRI Bawal selalu mengikuti perkembangan situasi selama melaksanakan operasi.

"Terutama berkaitan dengan situasi di Papua, tingkatkan kemampuan sebagai prajurit TNI AL, senantiasa menjaga citra TNI di tengah masyarakat," paparnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.