KRI Balongan-908 Latihan Pendaratan Helikopter saat Operasi di Samudra Pasifik

Jakarta, IDM – KRI Balongan-908 melaksanakan latihan pendaratan helikopter di geladak kapal saat menjalankan Operasi Rajawali Cakra 2025 di bawah kendali operasi Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada III, Kamis (28/8).
Latihan ini berlangsung di perairan Samudra Pasifik dengan kondisi angin, arus, dan gelombang laut yang nyata, sehingga memberikan tantangan lebih realistis bagi prajurit.
Baca Juga: TNI AD Buka Suara Terkait Surat Telegram Rahasia dari Asintel KSAD
"Tujuannya, meningkatkan keterampilan sekaligus memastikan kesiapan dalam mendukung operasi helikopter di atas kapal perang dengan tingkat keamanan tinggi," ujar Komandan KRI Balongan-908 Letkol Laut (P) Wida Adi Prasetya, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada III, Sabtu (30/8).
Wida menegaskan, latihan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian penting untuk membentuk prajurit yang profesional dan tangguh.
“Latihan pendaratan helikopter di geladak kapal ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, disiplin, kerja sama, kekompakan, serta kesiapsiagaan prajurit,” ujarnya.
Baca Juga: Rotasi Jabatan, KSAU Lantik Empat Kepala Dinas TNI AU
Ia menambahkan, latihan tersebut sejalan dengan arahan Komandan Guskamla Koarmada III Laksamana Pertama Tomi Erizal, yang menekankan pentingnya kesiapan setiap unsur di bawah kendali operasi menghadapi dinamika tantangan laut.
"Dengan terlaksananya latihan ini, KRI Balongan-908 menegaskan komitmen mendukung keberhasilan Operasi Rajawali Cakra 2025 serta menunjukkan kesiapan unsur Guskamla Koarmada III dalam menjaga keamanan laut yurisdiksi nasional," pungkasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































