Kostrad Gelar Pelatihan Pesawat Nirawak dan Mengesan Jejak di Seluruh Satuan

Jakarta, IDM – Panglima Kostrad, Letjen TNI Mohammad Fadjar, mengatakan setiap prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus selalu meningkatkan kesiapan dan kemampuannya dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis (lingstra) dan dinamika operasi.
Pesan tersebut dibacakan Komandan Resimen Latihan dan Pertempuran (Danmenlatpur) Kostrad, Kolonel Inf Choiril Anwar di Karawang, Jawa Barat, Rabu (30/9), dalam acara pembukaan Penataran Drone Semester II dan Latihan Sanjak Gelombang III yang akan dilaksanakan secara tersebar di satuan jajaran Kostrad.
Baca Juga: TNI AU Gelar Rakor Transformasi Industri Pertahanan Menuju Multi Domain Operations
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan, kesiapan, dan profesionalisme prajurit menghadapi perkembangan teknologi dan dinamika tugas,” kata
Di era saat ini, kemampuan pesawat nirawak (drone) merupakan pendukung penting dalam melakukan pemantauan dan memperoleh informasi dari udara.
Sementara itu, lanjutnya, mengesan jejak atau sanjak, dapat meningkatkan kepekaan prajurit dalam membaca medan dan mengenali tanda-tanda aktivitas di darat.
Baca Juga: Pushidrosal Soroti Pentingnya Peta Laut Tunggal untuk Amankan ALKI
“Penguasaan teknologi tetap diimbangi kemampuan dasar keprajuritan,” pesan Panglima Kostrad.
Untuk itu, seluruh peserta diminta memahami dan menguasai materi latihan secara profesional, disiplin, serta mengutamakan faktor keselamatan dan kesehatan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































